Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Menteri LH: Sampah Baru Harus Dipilah, Jangan Kirim Sampah Lama ke RDF Rorotan

Menteri LH: Sampah Baru Harus Dipilah, Jangan Kirim Sampah Lama ke RDF Rorotan
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau fasilitas RDF Rorotan di Jakarta Utara, Senin (19/5/2025). (antara/prisca triferna)
Senin, 19 Mei 2025 19:00 WIB

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera meningkatkan upaya pemilahan sampah demi mendukung percepatan operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.

Dalam kunjungan kerja ke lokasi RDF, Senin (19/5/2025), Hanif menargetkan agar fasilitas pengelolaan sampah tersebut bisa beroperasi paling lambat Juni, lebih cepat dari rencana Pemprov DKI yang menargetkan September.

“Kalau persoalannya adalah sampah, maka sampah itu yang harus kita kelola. Harus dipilah antara organik dan anorganik. Sampah lama jangan dikirim ke sini dulu, arahkan ke Bantargebang,” ujarnya.

Hanif menjelaskan, uji coba RDF Rorotan sebelumnya menuai keluhan dari warga sekitar karena bau menyengat, yang diduga berasal dari sampah lama yang tercampur dan tidak dipilah dengan benar.

Ia menegaskan, agar RDF dapat berfungsi optimal, input yang digunakan harus berasal dari sampah baru yang telah dipilah. Menurutnya, wilayah Jakarta Utara sendiri menghasilkan sekitar 2.500 ton sampah setiap hari, dan potensi tersebut bisa segera dimanfaatkan.

“Kalau sampah baru dipilah sejak awal, saya yakin dalam waktu seminggu RDF ini bisa beroperasi tanpa menimbulkan bau. Teknologi di sini sudah lengkap, tinggal sesuaikan inputnya,” jelas Hanif.

Ia juga meminta Pemprov DKI melakukan pendekatan dan komunikasi intensif dengan warga sekitar agar tidak ada penolakan terhadap keberadaan RDF.

“Jangan sampai hanya karena masalah teknis ini, 2.500 ton sampah kita jadi tidak tertangani,” tegasnya.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan ibu kota setiap hari mencapai 8.000 ton. Sebagian besar masih dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang hingga kini masih menerapkan metode open dumping atau penimbunan terbuka di beberapa titik. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Badminton, Voli, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww