JPS: Aktivasi Taman Kota 24 Jam di Jakarta Terobosan Baru yang Harus Didukung
![]() |
| Direktur Eksekutif Jakarta Public Service, M Syaiful Jihad. (Ist) |
Selasa, 20 Mei 2025 11:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno menghadirkan terobosan baru di Jakarta dengan kebijakan Aktivasi Taman Kota 24 jam.
Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad merespons positif kebijakan tersebut karena menjadi salah satu bentuk optimalisasi layanan kepada masyarakat.
Program Aktivasi Taman Kota 24 Jam
ternyata tidak hanya launching untuk pembukaan akses Taman Ayodya, tetapi ditambah dengan empat taman lainnya.
"Saat ini aktivasi taman 24 jam sudah berlaku di Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Taman adalah ruang publik, sangat wajar bila dibuka 24 jam," kata Syaiful, Selasa (20/5/2025).
Syaiful mengatakan, aktivasi taman 24 jam ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor e-0001 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Program 100 (seratus) Hari Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
"Realisasi semua yang tertuang dalam Ingub itu menjadi bukti nyata komitmen dan keseriusan Mas Pram dan Bang Doel untuk melaksanakan program kerja secara terukur sesuai timeline ditetapkan," tegasnya.
Menurutnya, berbagai masukan terkait aktivasi taman 24 jam harus bisa diterjemahkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan kerja nyata di lapangan, terutama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung.
"Keberhasilan menghadirkan rasa aman dan nyaman ini tentu juga dapat menjadi tolok ukur kinerja jajaran terkait di Pemprov DKI," tambahnya.
Syaiful mendorong diterapkannya one gate sistem di taman yang beroperasi 24 jam. Sehingga, pengunjung taman dapat termonitor atau terdata dengan baik.
"Tentu dalam pelaksanaanya perlu ada pengawasan dan evaluasi secara berkala agar terus semakin menjadi lebih baik," terangnya.
Ia mengingatkan pentingnya sinergi lintas OPD untuk memastikan taman menjadi tempat yang aman dan nyaman meski di malam hari. Sebab, meski sarana dan prasarana seperti CCTV hingga penerangan sudah baik, keberadaan petugas tetap diperlukan.
"Jangan ada ego sektoral. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota harus bisa bersinergi dengan Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi adanya gangguan kemananan dan ketertiban umum hingga potensi kepadatan lalu lintas atau parkir liar di kawasan taman," ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya mengatasi pengangguran dan meningkatkan perekonomian, Syaiful mengusulkan agar OPD pengampu Jakpreneur dapat memfasilitasi mereka untuk bisa berjualan di taman-taman yang dibuka 24 jam.
"Taman-taman ini tentu juga bisa menjadi destinasi wisata kuliner menarik di malam hari yang memberikan dampak positif," pungkas Syaiful. ***
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













