Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

Pasokan BBM Bengkulu Kacau, Wapres Gibran Beri Tenggat ke Pertamina

Pasokan BBM Bengkulu Kacau, Wapres Gibran Beri Tenggat ke Pertamina
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Bengkulu meninjau alur Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu yang kini tertutup pasir, dan menyebabkan permasalahan perekonomian termasuk kelangkaan BBM di Bengkulu.
Rabu, 28 Mei 2025 11:44 WIB

BENGKULU – Wapres Gibran Rakabuming Raka turun tangan menanggapi krisis kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Provinsi Bengkulu. Dalam kunjungannya ke wilayah tersebut, Gibran mendesak PT Pertamina segera menormalkan pasokan dan mengakhiri antrean panjang di SPBU.

"Pak Wapres meminta Pertamina melakukan segala cara agar antrean BBM bisa dihentikan," kata Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, Rabu (28/5/2025).

Masalah ini bermula dari pendangkalan alur pelabuhan yang membuat kapal BBM tidak bisa bersandar untuk bongkar muatan selama dua bulan terakhir. Akibatnya, Pertamina harus mendistribusikan BBM melalui jalur darat dari provinsi lain—opsi yang lambat dan terbatas.

Masalah kian rumit ketika jumlah truk tangki yang bertugas menyalurkan BBM di Bengkulu menurun drastis, dari 13 unit menjadi hanya 3 unit. Sebagian truk kembali digunakan untuk pengiriman ke sektor industri, menyebabkan distribusi ke masyarakat terganggu.

Wilayah yang terdampak tidak hanya terbatas di kota, tetapi juga menjalar ke Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Utara hingga Bengkulu Selatan. Kelangkaan membuat antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan harian, sementara masyarakat mulai resah.

Menanggapi hal itu, Helmi menyebut Pertamina telah mengaktifkan kembali 13 truk tangki dan berjanji normalisasi pasokan akan tercapai dalam waktu 4 hingga 7 hari.

“Pertamina minta waktu satu minggu. Janji itu disampaikan langsung ke Pak Wapres dan saya,” tegas Helmi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menyatakan bahwa konsumsi masyarakat yang berlebihan juga memperparah situasi.

“Kami distribusikan pertalite lebih dari konsumsi harian, namun antrean tetap terjadi karena panic buying. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang,” jelas Nikho.

Pertamina menyatakan butuh kerja sama masyarakat untuk mengakhiri kekacauan ini. Tanpa pembelian berlebih, stok BBM yang masuk akan lebih efektif tersalurkan ke seluruh wilayah Bengkulu. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Olympic, Voli
wwwwww