Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Non Olympic
1st Fujairah Global Chess Championship

Adit Menang Lewat Permainan Berkelas, Nayaka Unggul Bidak

Adit Menang Lewat Permainan Berkelas, Nayaka Unggul Bidak
Adit saat mengalahkan FM Seyed Abolfazl Moosavifar (2283) dari Iran. (PB Percasi)
Sabtu, 30 Agustus 2025 15:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
ABU DHABI - Masyarakat catur Indonesia yang menonton secara live di chess.com atau lichess.org tidak perlu cemas dan berdebar-debar seperti hari-hari sebelumnya. Dua pecatur muda Indonesia tampil meyakinkan dengan meraih poin penuh pada pertandingan babak keenam mereka pada 1st Fujairah Global Chess Championship di Fujairah Chess & Culture Club, UAE, Jumat (29/8/2025) waktu setempat.

Ketua Bidang Pembinaan PB Percasi, Kristianus Liem melaporkan, kemenangan IM Aditya Bagus Arfan (2399) atas pecatur Iran FM Seyed Abolfazl Moosavifar (2283) harus dipuji karena berkelas. Permainan yang dibuka dengan pembukaan Skotlandia variasi Klasik itu tampak dikuasai dengan baik oleh Adit.

Pembuktiannya, kata Kris, panggilan karibnya, pada langkah ke-12 ketika bidak b2 diancam, Adit tidak membuang tempo menjaga bidak tersebut. Dia malah menggerakan Rajanya ke petak h1. Ketika Seyed mengajak pertukaran bidak di d5, Adit terus konsisten dengan rencananya dengan mainkan f4. Akhirnya Seyed memakan bidak b2 pada langkah 16. Itulah kesalahannya, sebab itu bidak beracun.

Ketika Adit beruntun memajukan bidaknya ke petak f5 dan kemudian f6 barulah terasa betapa bahayanya serangan terhadap sayap-raja Hitam. Selanjutnya setiap langkah yang dimainkan Adit sangat berisi penuh tenaga. Puncaknya Adit mengorbankan Bentengnya di g5 pada langkah 27 hanya ditukar dengan dua bidak. Tapi sayap-raja Seyed hancur dan kerjasama Menteri dan Gajah Putih serta dukungan bidak e5 dan f6 serta Benteng dari belakang sangat mematikan. Seyed menyerah pada langkah 31.

GoNews.co Nayaka menumbangkan FM Jin Hon
Nayaka menumbangkan FM Jin Hongtao (2293) dari China. (PB Percasi)

Sementara partai IM Nayaka Budhidarma (2389) melawan pecatur China FM Jin Hongtao (2293) yang memainkan pertahanan Sicilia variasi Najdorf, sudah memperlihatkan buah Hitam Nayaka akan unggul setelah Jin menukar Gajahnya dengan Kuda Nayaka di petak f6 pada langkah 18. Sebab, posisi sangat dinamis dan yang memiliki pasangan Gajah akan unggul jika tidak melakukan kesalahan. Benar saja, pada langkah 33 Nayaka unggul satu bidak dengan posisi tidak ada bahayanya.

Saling tukar perwira dan bidak pun terjadi, tapi bangunan permainan akhir Benteng yang timbul dengan Nayaka tetap unggul satu bidak pada langkah 44 (3 bidak Nayaka melawan dua bidak Jin) menunjukkan secara teknis Hitam sudah menang. Nayaka menunjukkan kelasnya dengan langkah-langkah presisi. Jin menyerah langkah 52.

Kini, Nayaka dan Adit sama-sama mengumpulkan 3,5 poin (hasil +3 = 1 -2). Babak tujuh, mereka tetap akan bertanding bersebelahan lagi. Adit bertemu pecatur putri Iran lagi WFM Sara Davari (2204) di meja 41, dan Nayaka melawan pecatur Uzbekistan FM V Samandar Shermuhammado (2110) di meja 42. ***

wwwwww