Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
24 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Nasional

Jimmy Rol Torar: Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong Bukan Soal Rangkul Merangkul

Jimmy Rol Torar: Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong Bukan Soal Rangkul Merangkul
Hasto Kristiyanto. (Ist)
Sabtu, 30 Agustus 2025 20:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gugus Tugas Indonesia Raya (GETAR 08) Prabowo-Gibran, Jimmy Rol Torar menampik pendapat yang menyebut
pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong merupakan intrik politik Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai amnesti dan abolisi merupakan keputusan presiden untuk menebar kebahagiaan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bukan soal merangkul atau tidak merangkul. Kan, lebih enak (tujuan amnesti dan abolisi) menuju kepada hari ulang tahun proklamasi Republik Indonesia yang ke-80 ini. Kita senang-senang, happy, sejuk kan. Lihat aja di sana, Pak Prabowo jogging-jogging (senang) juga,” kata Jimmy saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 27 Agustus 2025, yang dikutip Jumat (29/8/2025).

Menurut Jimmy, pemberian amnesti maupun abolisi merupakan hak istimewa seorang presiden. Sehingga menjadi wajar dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Para penerima sudah kena hukuman. Sehingga menjelang 17 Agustus 2025, 80 tahun Indonesia merdeka, ada yang mendapatkan amnesti dan abolisi,” katanya.

Pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi ke Tom Lembong menjadi perbincangan hangat masyarakat belakangan ini. Keduanya dikaitkan dengan tokoh politik yang menjadi ‘lawan’ Presiden Prabowo pada Pilpres 2024.

Hasto eks Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan pengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Adapun Tom Lembong merupakan tim sukses Anies Baswedan. Sehingga memunculkan dugaan ini kebijakan politik untuk merangkul semua pihak yang selama ini kerap dianggap sebagai oposisi.

Jimmy mengatakan, kebijakan Presiden Prabowo memberikan amnesti dan abolisi kepada kedua tokoh tersebut memiliki tujuan yang lebih besar, yakni persatuan dan kesatuan di hari kemerdekaan. Namun tidak bermaksud menghapus oposisi dari pemerintahan.

“Sejak awal beliau (Presiden Prabowo) sudah mengatakan, negara yang besar, pemimpin yang berhasil mesti rekonsiliasi nasional. Semua petinggi-petinggi, tokoh-tokoh atau pemuka republik ini bersatu, kalau tidak bersatu ya susah,” kata dosen Pascasarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu.

Jimmy berharap lawan tanding Presiden Prabowo pada Pilpres 2024 lalu bekerjasama dan mendoakan pemerintah dalam menjalankan tugas untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya juga mengusulkan Pak Anies, Cak Imin, Pak Ganjar dengan Pak Mahfud bersatu semuanya membangun republik ini,” ucap Sekretaris Jenderal Badan Percepatan
Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2KTI) tersebut. ***

wwwwww