Kemlu Siapkan Langkah Baru Lindungi Diplomat Usai Penembakan di Peru
![]() |
| Kemlu RI akan mengevaluasi skema perlindungan staf di luar negeri buntut kasus pembunuhan staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba. |
JAKARTA – Insiden penembakan yang merenggut nyawa staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, mengguncang jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Pemerintah Indonesia kini menyiapkan kebijakan baru untuk meningkatkan perlindungan bagi diplomat yang bertugas di luar negeri.
Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menyebut tragedi ini menjadi pengingat bahwa keamanan diplomat harus menjadi prioritas.
"Ini akan menjadi pelajaran bagi kami untuk memperkuat perlindungan staf di negara asing," ucapnya usai rapat bersama Komisi I DPR RI, Selasa (2/9/2025).
Kemlu sudah melayangkan nota diplomatik kepada pemerintah Peru. Tujuannya agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan pelaku penembakan segera ditangkap.
Polisi Nasional Peru memastikan Zetro dibunuh oleh pembunuh bayaran. Menteri Dalam Negeri Peru, Carlos Malaver, mengungkapkan penyerangan itu bukan perampokan karena pelaku menembak korban secara langsung tanpa mengambil barang apapun. Hingga kini, pelaku masih buron.
Zetro diketahui baru lima bulan bertugas sebagai Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima. Kasus yang menimpa dirinya menjadi perhatian internasional, terutama di tengah meningkatnya angka kekerasan di Peru.
Presiden Peru, Dina Boluarte, bahkan menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.
Data terakhir mencatat lebih dari 450 kasus pembunuhan terjadi di Peru sejak Januari 2025. Fenomena pembunuh bayaran juga meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga lokal maupun asing. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Olympic, Voli, Basket, DKI Jakarta |













