Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Internasional

Lonjakan Bisnis Dharma Jaya Capai 190 Persen dan Siapkan Program Hijau untuk Jakarta

Lonjakan Bisnis Dharma Jaya Capai 190 Persen dan Siapkan Program Hijau untuk Jakarta
Direktur Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyampaikan paparan saat diskusi bersama Balkoters. (Ist)
Jum'at, 03 Oktober 2025 17:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Perumda Dharma Jaya terus menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperluas cakupan bisnis komersial.

Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menjelaskan, dalam dua tahun terakhir unit bisnis komersial Dharma Jaya mengalami pertumbuhan signifikan. Peningkatan dari sisi komersil ini 190 persen dibandingkan dua tahun sebelumnya. 

 
Hal ini disampaikan Raditya dalam forum diskusi Balkoters Talk bertajuk "Menilik Transformasi Bisnis Dharma Jaya untuk Ketahanan Pangan Jakarta".
 
"Secara e-Commerce juga kami sudah ada di Tokopedia, ada di Shopee, juga ada di Blibli. Kami juga punya 100 Mitra Horeca sekarang, di General Trade ada 350 customer, di wholesale kurang lebih ada 95," kata Raditya, di lokasi acara di Pressroom Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025).
 
Raditya memastikan, produk Dharma Jaya kini semakin mudah dijangkau masyarakat melalui jaringan pasar modern maupun platform digital.
 
Masyarakat dapat membeli produk protein hewani Dharma Jaya pasar modern, seperti di Transmart, Food Hall, Tip Top, Mitra, Hero, dan sebagainya.
 
"Itu InsyaAllah dagingnya Darma Jaya semua. Jadi silahkan belanja di sana, enggak usah khawatir karena dari sisi kehigienisan serta halalnya sudah terjamin oleh Darma Jaya dan sudah tersertifikasi," imbuhnya.
 
Tak hanya memperluas pasar komersial, Dharma Jaya juga bersinergi dengan UMKM dan reseller untuk memperkuat jaringan distribusi.
 
"Saat ini ada 66 UMKM aktif dan 72 reseller aktif. Jadi reseller ini bisa, sebenarnya teman, siapapun bisa, teman-teman bisa ikut disini sebagai reseller, juga UMKM juga kita sangat welcome," terangnya.
 
Selain itu, Dharma Jaya menggandeng asosiasi pedagang kecil untuk memperluas akses pasar rakyat.
 
"Kemarin juga kami sudah ada penanda tanggalan kerjasama dengan asosiasi berdaya kaki lima di Jakarta dan mudah-mudahan itu juga akan menambah peran kita di masyarakat," ujarnya.
 
Ia menekankan, transformasi Dharma Jaya tidak hanya berorientasi pada ekspansi komersial, tetapi juga berlandaskan pada prinsip keberlanjutan.
Salah satu langkah strategis adalah pemanfaatan lahan untuk ruang terbuka hijau.
 
"Dharma Jaya concern dengan teknologi hijau, ada beberapa kegiatan yang nanti kita akan lakukan, yang saat ini sedang berproses yaitu kami akan menyediakan ruang terbuka hijau untuk ecopark, nursery dan juga urban farming, greenhouse," bebernya.
 
"Lahan yang ada adalah di Cakung seluas 1,2 hektare. Jadi dari 11 hektare yang ada di Cakung itu, seluas 1,2 hektare akan kami manfaatkan untuk ruang terbuka hijau yang nanti bisa dimanfaatkan juga oleh warga-warga sekitar di Cakung," jelasnya.
 
Tak hanya itu, efisiensi energi juga menjadi fokus. Dharma Jaya akan memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya ramah lingkungan.
 
"Kami juga rencananya akan menggunakan solar panel, kami punya lahan yang cukup luas, bahkan di atas kandang itu sebenarnya bisa kita taruh solar panel, jadi itu juga salah satu program kita untuk mengefisiensikan penggunaan listrik," ujarnya.
 
Kontribusi Penting Stabilkan Harga
 
Legislator Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, menilai kontribusi Dharma Jaya sangat penting untuk menstabilkan harga daging dan ayam di Ibu Kota.
 
"Saat harga ayam sempat melonjak hingga Rp 48.000 per kilogram, Dharma Jaya tetap menjualnya sebesar Rp 35.000 per kilogram," imbuhnya.
 
Selain itu, Nur Afni menekankan bahwa peran Dharma Jaya ini dilandasi Pergub Nomor 22 Tahun 2018, yang menempatkan BUMD tersebut sebagai operator utama dalam program subsidi pangan Jakarta.
 
"Bayangkan kalau kita beli daging tidak dengan Darma Jaya mungkin kita tidak bisa melakukan subsidi daging kepada masyarakat Jakarta. Begitu juga dengan subsidi ikan, begitu juga dengan subsidi ayam," ucapnya.
 
Afni menginginkan agar transformasi yang dilakukan Dharma Jaya tidak hanya menjaga ketersediaan pangan dan keuntungan saja, tetapi juga dapat memberi dividen kepada pemerintah daerah.
 
"Mudah-mudahan dengan adanya transformasi ini, Darma Jaya bisa lebih baik, bisa lebih untung, dan ke depan bisa memberikan deviden kepada pemerintah DKI Jakarta," pungkas Afni. ***

wwwwww