Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  KONI

Rupiah Sentuh Rp16.563 per Dolar, Momentum Perbaikan Ekonomi Domestik

Rupiah Sentuh Rp16.563 per Dolar, Momentum Perbaikan Ekonomi Domestik
Ilustrasi (net)
Jum'at, 03 Oktober 2025 17:05 WIB

JAKARTA – Rupiah menutup perdagangan akhir pekan dengan catatan positif. Jumat (3/10/2025), nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 35 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah pada posisi Rp16.611 per dolar AS.

Di kawasan Asia, mata uang regional bergerak beragam. Peso Filipina naik 0,40 persen, baht Thailand menguat 0,22 persen, sementara yen Jepang turun 0,10 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,07 persen.

Mata uang utama dunia juga mencatat pergerakan bervariasi. Euro terkoreksi 0,15 persen, sementara dolar Australia dan franc Swiss masing-masing menguat 0,15 persen dan 0,11 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut rupiah diuntungkan oleh kombinasi sentimen domestik dan global. “Neraca perdagangan dan inflasi yang terkendali memberi dukungan kuat, ditambah indeks dolar AS yang melemah sehingga rupiah ikut terapresiasi,” jelasnya.

Penguatan rupiah ini dinilai menjadi momentum penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Dengan dukungan kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten, rupiah berpotensi memperkuat kepercayaan investor sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika global. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:KONI, DKI Jakarta
wwwwww