Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025

Bangga Raih Perunggu, Amelia Devy: Mesti Berlatih Lebih Keras Lagi

Bangga Raih Perunggu, Amelia Devy: Mesti Berlatih Lebih Keras Lagi
Amelia Devy bersama Manajer Timnas Sambo Indonesia Nurfirmanwansyah. (PP Persambi)
Sabtu, 04 Oktober 2025 18:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MEGAMENDUNG - Amelia Devy tak menyia-nyiakan kesempatan langka nan prestise  tampil pada Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior atau World Youth and Junior Sambo Championship 2025 di JSI Resort Convention Hall Megamendung Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025).

Bertanding di kategori Sport Sambo Junior +80 kilogram putri, Devy tampil di semifinal hanya sayang dipaksa harus mengakui keunggulan Kira Safonova (FIAS 2/Belarusia). Meski kalah Pengidola legenda judo Indonesia Krisna Bayu OLY ini berhasil mendapatkan medali perunggu. Ini mendali perunggu kedua buat Timnas Sambo Indonesia setelah sebelumnya disumbangkan Handezka Vaktorias.

"Senang dan nggak menduga bisa mendapatkan medali perunggu," aku mahasiswi semester 7 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini dengan senyum bangga.

"Namun saya harus terus berlatih lebih keras lagi, setelah merasakan pertandingan melawan atlet FIAS 2 dan kalah. Tenaga dan stamina saya harus lebih ditingkatkan lagi," imbuh atlet kelahiran Salatiga 17 Mei 2008 ini

Putri pertama pasangan Dwi Arianto dan Putri Ariani ini ingin mengejar cita-cita tingginya di beladiri Sambo. "Saya mengidolakan pak Krisna Bayu dan pengin bisa juga mengikuti jejak prestasinya," ungkap Amelia. "Hanya saya sadar tak mudah untuk mewujudkannya. Saya harus terus keras berlatih, dan sesudah merasakan tanding di Kejuaraan Dunia ini kekuatan dan stamina harus lebih ditingkatkan lagi, jika memang ingin dapat bersaing di level internasional. Saya berharap bisa melakukan itu dengan bimbingan pelatihan," terangnya yang sejauh ini telah mempersembahkan dua medali emas di Porprov Jawa Tengah.

Amelia yang lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 17 Mei 2008 ini sadar benar dirinya masih belum apa-apa sebagai atlet, sesudah merasakan tampil bertarung di Kejuaraan Dunia Sambo Remaja dan Junior 2025.

"Kayaknya saya meski berlatih lebih keras lagi. Tenagaku harus dikuatkan lagi, juga stamina karena persaingan di level dunia sangat berat dan sangat kompetitif," jelasnya. ***

wwwwww