Penyegelan Wisata Puncak, Gerindra Ingatkan Risiko Citra Presiden Prabowo
![]() |
| Pemasangan plang dalam pengawasan dan garis polisi di salah satu bangunan kawasan Eiger Adventure Land, Puncak Bogor. (dok. liputan6.com/dinny mutiah) |
Aliansi Masyarakat Bogor Selatan mencatat, sebanyak 2.300 karyawan kehilangan pekerjaan imbas kebijakan tersebut. Kondisi ini menimbulkan keresahan di wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis pendukung kuat Prabowo.
Anggota DPR Fraksi Gerindra, Mulyadi, menilai langkah penyegelan dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian mendalam. “Saya sangat menentang keras jika keputusan itu diambil tanpa dasar, tanpa kajian, dan sewenang-wenang,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Mulyadi mengingatkan, sebagai bagian dari pemerintah pusat, Menteri Hanif seharusnya lebih bijak. “Jangan sampai kebijakan ini justru mencoreng nama baik Presiden Prabowo di hadapan rakyat kecil,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sektor wisata alam adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Bogor Selatan. Selain menciptakan lapangan kerja, pariwisata juga memberi efek domino pada sektor pertanian, perkebunan, UMKM, hingga kuliner lokal.
Kontroversi ini memperlihatkan bagaimana satu kebijakan menteri bisa berbuntut panjang secara politik. Bagi masyarakat, hilangnya mata pencaharian lebih nyata daripada alasan penyegelan. Dan bagi pemerintah, langkah ini bisa menjadi bumerang jika dianggap menjauhkan rakyat dari pemimpin yang mereka pilih. ***













