Polemik Subsidi Energi, Citra Pemerintah Terkikis oleh Perbedaan Menteri
![]() |
| Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (foto: instagram rmol) |
Bermula dari pernyataan Purbaya yang menyebut harga keekonomian LPG 3 kg mencapai Rp42.750 per tabung, publik di media sosial justru ramai menaruh simpati pada dirinya. Banyak warganet menilai pernyataan Purbaya lebih kredibel dibanding bantahan Bahlil yang menyebut data subsidi masih difinalisasi bersama BPS dan BPH Migas.
“Kami lebih percaya Purbaya daripada Bahlil,” tulis akun @edy.kurniawan315 di kolom komentar Instagram RMOL, Sabtu (4/10/2025). Komentar lain bahkan menyinggung latar belakang pendidikan keduanya, menjadikan isu ini semakin personal.
Bahlil berkeras bahwa Purbaya salah membaca data. “Mungkin beliau belum dapat masukan yang tepat dari Dirjen maupun timnya,” ucapnya di Kantor BPH Migas, Kamis (2/10/2025).
Namun reaksi publik memperlihatkan sisi lain. Di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok, perdebatan terbuka antarmenteri justru dipandang sebagai ketidakkompakan pemerintah. Bahkan muncul komentar bernada sinis yang meminta Bahlil diganti dari kursi menteri.
Polemik ini menunjukkan, bagi rakyat, kredibilitas pejabat lebih penting daripada angka statistik semata. Ketika dua pejabat negara saling berbeda pandangan di ruang publik, yang tergerus bukan hanya wibawa pribadi, melainkan juga kepercayaan terhadap soliditas kabinet. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | gelora.co |
| Kategori | : | PON, Nasional, Voli, Metropolitan, Ekonomi |













