22 Pendemo Tewas, Represi Aparat Madagaskar Picu Sorotan Dunia
![]() |
| Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (foto: facebook andry rajoelina) |
Pada Jumat (3/10/2025), ribuan orang kembali turun ke jalan di ibu kota Antananarivo. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, seperti terlihat dalam rekaman Real TV Madagaskara. Tindakan aparat semakin menambah kemarahan demonstran yang menuntut akses terhadap kebutuhan dasar seperti air dan listrik.
Dalam pidatonya yang disiarkan lewat Facebook, Presiden Rajoelina menyerukan ketenangan dan dialog, namun tetap menolak mundur. Ia menuding aksi ini dimanfaatkan lawan politik sebagai upaya kudeta, meski tanpa bukti jelas. “Beberapa orang ingin menghancurkan negara kita,” katanya.
Kelompok demonstran yang menamakan diri “Gen Z” membantah tudingan tersebut. Mereka menilai pernyataan presiden sebagai bentuk pengalihan isu dan memberikan tenggat 24 jam agar pemerintah merespons tuntutan rakyat.
Komunitas internasional mulai menyoroti situasi di Madagaskar. Dengan korban jiwa yang terus bertambah dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat, desakan terhadap pemerintah agar menghormati hak asasi manusia semakin kuat.
Tragedi di Antananarivo menegaskan bahwa krisis politik di Madagaskar bukan hanya soal perebutan kekuasaan, melainkan juga tentang keselamatan warga yang hak dasarnya terabaikan. Selama represi terus berlangsung, risiko pertumpahan darah lebih besar masih membayangi. ***













