Kontingen Indonesia Gunakan Busana Mandailing dan Batak Karo di Pembukaan AYG Bahrain 2025
![]() |
| Kontingen Indonesia menggunakan busana adat Mandailing dan Batak Karo. (NOC Indonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam parade kontingen, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Akbar Nasution tampil memimpin barisan dengan mengenakan busana khas adat Mandailing. Penampilan tersebut bukan sekadar simbol keindahan budaya, tetapi juga mencerminkan filosofi perjuangan dan keberanian para atlet Merah Putih di panggung internasional.
“Busana Mandailing ini merepresentasikan kebhinekaan dan persatuan. Ini menjadi simbol nyata keharmonisan dalam keberagaman suku dan budaya Indonesia, sekaligus menggambarkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita,” ujar Akbar, yang juga merupakan seorang Olympian cabang renang.
Sementara Miracle dan Syelomita tampil memukau dalam balutan busana adat Batak Karo. Pakaian yang dipakai keduanya dipercaya melambangkan kekuatan karakter dan keanggunan budaya Sumatera Utara.
“Awalnya kaget, tapi sangat senang dan bangga bisa dipercaya membawa bendera Indonesia. Ini jadi momen berharga dan motivasi besar buat saya untuk memberikan yang terbaik di pertandingan nanti,” ungkap Miracle.
Pada upacara pembukaan Asian Youth Games 2025 ini, barisan defile Kontingen Indonesia dipimpin langsung Chef de Mission (CdM) Akbar Nasution. Deputy CdM Sarasin Soegomo masuk dalam barisan bersama 20 atlet dan ofisial yang berasal dari sejumlah cabang olahraga seperti teqball, muaythai, basket 3x3, dan voli indoor.
Secara keseluruhan, Kontingen Indonesia menurunkan 123 atlet yang akan bertanding di 21 cabang olahraga pada edisi ketiga Asian Youth Games ini. Hingga hari pembukaan, Indonesia telah mengoleksi 1 medali emas dan 1 medali perak dari cabang pencak silat yang menjadi modal awal positif dalam perjuangan menuju prestasi terbaik di Bahrain.
Upacara pembukaan berlangsung meriah di Exhibition World Bahrain, Selasa (22/10/2025) waktu setempat, menandai dimulainya pesta olahraga bagi atlet muda terbaik Asia.
Turut hadir pula Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari yang mengenakan baju adat khas betawi. Selain melambangkan semangat kegembiraan, Raja Sapta Oktohari juga ingin menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













