Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  PON

Gibran di Tanah Papua: Jangan Anggap Papua Daerah Pinggiran, Ini Jantung NKRI

Gibran di Tanah Papua: Jangan Anggap Papua Daerah Pinggiran, Ini Jantung NKRI
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Selasa, 04 November 2025 20:10 WIB

JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa Papua bukanlah tempat pembuangan atau pengasingan, melainkan bagian penting dari tubuh Indonesia yang memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa.

“Papua itu bukan tempat pengasingan atau pembuangan. Papua adalah bagian dari NKRI dan harus mendapat perhatian khusus,” kata Gibran saat membuka rapat pleno Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Manokwari, Selasa (4/11/2025).

Pernyataan itu disampaikan Gibran menanggapi isu yang menyebut dirinya akan “dikirim” ke Papua. Ia menepis kabar tersebut dengan menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap wilayah timur Indonesia itu. “Bapak ibu mungkin sudah sering baca berita soal saya diasingkan ke Papua. Itu tidak benar. Papua itu bukan tempat pengasingan, tapi wilayah yang harus kita banggakan,” ujarnya di hadapan tokoh adat dan perwakilan masyarakat.

Menurut Gibran, pemerintah pusat memiliki komitmen kuat untuk memastikan Papua berkembang setara dengan provinsi lain. Ia menyebut sejak tahun 2002 hingga 2024, total dana otonomi khusus (Otsus) yang telah dikucurkan untuk Papua mencapai Rp190,9 triliun. Dana tersebut belum termasuk transfer ke daerah dan belanja kementerian maupun lembaga.

Namun, Gibran mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran anggaran tersebut. “Kita harus memastikan bahwa anggaran yang digelontorkan benar-benar sampai ke masyarakat. Jangan sampai ada yang salah sasaran atau hanya berhenti di birokrasi,” tegasnya.

Wapres juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pembangunan Papua tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pembangunan di Papua harus menyentuh pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. Ini yang akan membawa Papua sejajar dengan wilayah lain,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Gibran menyebut Papua sebagai simbol keindonesiaan yang sesungguhnya—tanah yang kaya, beragam, dan penuh potensi. “Papua bukan ujung Indonesia, tapi bagian dari jantungnya. Kalau Papua maju, Indonesia ikut kuat,” katanya disambut tepuk tangan peserta rapat.

Para tokoh adat yang hadir menyambut positif pernyataan tersebut. Mereka menilai langkah Gibran datang langsung ke Papua menunjukkan perhatian dan niat baik pemerintah untuk membangun daerah ini bukan dari jauh, tetapi dari dekat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:PON, Nasional, Voli
wwwwww