Sopir Ojol Diduga Panik Usai Tabrak Truk, Penumpang Ditinggal Hingga Meninggal
![]() |
| Ilustrasi pengemudi ojek online atau daring saat menunggu calon penumpang di Jakarta. |
JAKARTA — Sebuah insiden memilukan terjadi di jantung ibu kota. Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga melarikan diri setelah kecelakaan yang menewaskan penumpangnya di depan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (20/10/2025) dini hari.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menyebut pengemudi ojol tersebut kini telah masuk daftar pencarian orang (DPO) setelah terbukti meninggalkan korban tanpa pertolongan.
“Ini DPO Polri, pengemudi Maxim yang meninggalkan korban atau penumpangnya setelah kecelakaan lalu lintas,” kata Ojo kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, ketika jalanan masih lengang. Sang pengemudi, yang membawa seorang penumpang menggunakan Honda Beat, melaju dari arah timur menuju barat di Jalan Gatot Subroto.
Sesampainya di depan gerbang utama kompleks DPR/MPR, motor yang dikendarai menabrak sebuah truk besar yang tengah parkir di tepi jalan.
Benturan keras membuat penumpang terpental dan tak sadarkan diri di jalur dua. Namun, bukannya menolong, sang pengemudi justru kabur meninggalkan lokasi.
“Aksinya terekam jelas CCTV Diskominfo DKI. Setelah tabrakan, pengemudi turun sebentar, lalu pergi meninggalkan korban yang masih tergeletak,” jelas Ojo.
Korban kemudian ditemukan oleh warga dan petugas yang melintas. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, namun setelah sepekan berjuang melawan luka parah di kepala dan dada, nyawanya tak tertolong.
“Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif,” tutur Ojo.
Polisi kemudian menelusuri identitas pengemudi melalui data aplikasi ojek online Maxim. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa akun pengemudi tidak dipinjam, melainkan digunakan langsung oleh pemilik sahnya.
“Penyidik bekerja sama dengan pihak operator untuk melacak nomor dan data akun pengemudi. Diketahui akun tersebut digunakan oleh Bambang Sugiono,” kata Ojo.
Bambang Sugiono diketahui berusia 61 tahun dan berdomisili di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaannya.
“Apabila masyarakat menemukannya, segera laporkan agar yang bersangkutan bisa diamankan,” tegas Ojo.
Kasus ini memicu keprihatinan publik, terutama karena menyangkut tanggung jawab moral seorang pengemudi terhadap penumpangnya.
Sejumlah netizen di media sosial mengecam tindakan sang pengemudi yang dinilai “tidak manusiawi” karena meninggalkan korban yang jelas-jelas membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, pihak operator ojol Maxim Indonesia disebut telah membantu proses penyelidikan dan berjanji memberikan sanksi permanen terhadap akun pengemudi tersebut.
“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Kami siap membantu polisi dalam proses hukum,” tulis perwakilan Maxim dalam pernyataan tertulis.
Kini, aparat tengah mendalami kemungkinan adanya kelalaian pihak lain, termasuk truk yang parkir di tepi jalan. Sebab, di area depan gedung DPR, parkir kendaraan berat sebenarnya dilarang karena mengganggu arus lalu lintas.
AKBP Ojo menegaskan, penyelidikan akan menyentuh semua aspek. “Kami tidak hanya mencari pengemudi motor, tapi juga menelusuri penyebab utama kecelakaan. Apakah truk parkir di tempat yang tidak semestinya, itu sedang diperiksa,” ujarnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengemudi transportasi daring untuk lebih berhati-hati di jalan dan tidak meninggalkan tanggung jawab ketika terjadi kecelakaan.
“Profesi pengemudi itu amanah. Menjadi pengantar berarti juga bertanggung jawab atas keselamatan penumpang,” kata Ojo menutup pernyataannya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Olympic, Badminton, DKI Jakarta |













