Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
24 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
24 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Waspada Banjir Rob Rendam Pesisir Utara Jakarta

Waspada Banjir Rob Rendam Pesisir Utara Jakarta
Banjir Rob Jakarta. (Ist)
Selasa, 04 November 2025 14:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga pesisir utara Jakarta untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi hingga 12 November 2025. Fenomena ini disebabkan oleh pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan purnama dan posisi bulan yang berada dekat dengan Bumi (perigee).

BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dapat menyebabkan air laut naik dan menggenangi wilayah pesisir utara Ibu Kota. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Muara Angke, dan Tanjung Priok.

‎
‎"Peningkatan pasang air laut ini perlu diwaspadai karena dapat memicu banjir rob terutama pada pagi dan sore hari," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/11/2025).
‎
‎Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiagakan sejumlah pompa air dan memantau kondisi pintu air di kawasan rawan. Petugas juga diminta berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat untuk mengantisipasi dampak terhadap aktivitas warga.
‎
‎"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar pantai saat air laut pasang dan segera melapor ke 112 jika terjadi keadaan darurat," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.
‎
‎Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan BPBD, serta melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan kerugian akibat banjir rob. ***

wwwwww