Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Punya Prestasi dan Paham Sejarah Indonesia, Kapadze Layak Tangani Timnas Indonesia

Punya Prestasi dan Paham Sejarah Indonesia, Kapadze Layak Tangani Timnas Indonesia
Timur Kapadze. (Ist)
Sabtu, 22 November 2025 19:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Nama Timur Kapadze menjadi perbincangan publik Indonesia setelah berpisah dengan Timnas Uzbekistan. Kini, pria berusia 44 tahun tersebut sudah menapakkan kakinya di Jakarta.  

Memang belum ada keterangan resmi mengenai tujuan Kapadze datang ke Indonesia. Namun, sejumlah pihak menduga ini berkaitan dengan rencana proyek sepakbola di Indonesia

"Saya setuju jika PSSI memberikan kepercayaan untuk menangani Timnas Indonesia. Kursi pelatih Timnas Indonesia kan juga tidak jelas sampai saat ini setelah PSSI memecat pelatih asal Belanda Pattrick Kluivert," kata sumber yang enggan disebutkan jatidirinya.

Ada beberapa hal krusial patut menjadi pertimbangan merekrutnya menangani Pasukan Garuda. Selain prestasi cukup mumpuni, Kapadze telah menyatakan ketertarikannya.

"Ketertarikan Kapadze menangani Timnas Merah Putih itu patut kita hargai. Apalagi, dia salah satu figur penting dalam perkembangan sepakbola Uzbekistan yang memiliki rekam jejak cukup mentereng. Ia pernah membawa Timnas U 17 dan U 20 Uzbekistan menjadi juara Asia dan Timnas U-23 Uzbekistan dua kali sebagai runner up Piala Asia serta sempat menjadi pelatih interim Tim Senior," jelasnya.

Prestasi yang dimiliki Kapadze ini sudah sesuai dengan kriteria yang diucapkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. "Sangat cocok jika diberi kepercayaan untuk menangani Timnas U 17 Indonesia Bukan hanya memiliki kemampuan skill, tapi Kapadze mampu menjaga disiplin, dan mempunyai semangat (heroik) luar biasa," ungkapnya.

Dunia sepakbola Indonesia memang telah menjadi perhatian dunia setelah Timnas Indonesia masuk dalam putaran keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Hal itu bisa saja mengundang perhatian pelatih asing. Namun, sumber melihat ada yang berbeda dari Kapadze.

"Kapadze itu bukan hanya mengagumi Prabowo tetapi juga Presiden Soekarno. Pasti dia membaca sejarah tentang Indonesia. Jadi, keyakinan bisa membawa sepakbola Indonesia menjadi salah satu raksasa di Asia itu cukup mendasar dan tidak sembarangan," tegas sumber tersebut.

Jika PSSI merekrut Kapadze berarti merupakan pelatih kedua Timnas yang berasal dari Asia Timur. Sebelumnya, pelatih asal Rusia Anatoli Polusin sukses membawa Timnas Indonesia yang tampil heroik menjadi juara pada SEA Games Manila 1991 sekaligus membawa Indonesia meraih gelar juara umum.

Apa yang diungkap sumber sejalan dengan cerita yang disampaikan pengamat politik dan sepakbola Effendi Gazali yang menemani Kapadza menjalankan ibadah sholat Jumat di Mesjid Istiqlal Jakarta, Jumat (21/11/2025).

"Dia sangat kagum dengan Pak Prabowo [Subianto] dan Bung Karno [Sukarno]. Jadi ketika saya berbincang dengan dia, kami bertukar foto," kata Effendi di Istiqlal.

"Dia menunjukkan foto Pak Prabowo saat berpidato di Majelis Umum PBB dan tahu bahwa Sukarno pernah berjasa terhadap Uzbekistan dalam upaya menemukan makam Imam Bukhari," tambahnya. ***

wwwwww