Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Rapat di Hambalang, Presiden Prabowo Soroti Kawasan Ilegal yang Selama Ini Tak Terjangkau Aparat

Rapat di Hambalang, Presiden Prabowo Soroti Kawasan Ilegal yang Selama Ini Tak Terjangkau Aparat
Presiden Prabowo Subianto
Senin, 24 November 2025 08:18 WIB

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (23/11/2025). Pertemuan berlangsung sejak siang hingga malam, membahas penanganan kawasan ilegal yang selama ini sulit dijangkau oleh aparat. Agenda tersebut menjadi perhatian serius Presiden karena menyangkut keamanan, kedaulatan wilayah, dan potensi kerugian negara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden menekankan perlunya langkah terpadu lintas lembaga agar penegakan hukum di daerah rawan dapat berjalan efektif. Penanganan kawasan ilegal itu, kata Teddy, menjadi bagian dari komitmen Presiden terhadap amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menyatakan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat.

Rapat tersebut memfokuskan pembahasan pada sektor kehutanan dan pertambangan. Presiden meminta laporan terbaru dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan serta penjelasan rinci mengenai penertiban kawasan pertambangan berikut konsekuensi hukum atas berbagai pelanggaran yang ditemukan.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam pertemuan itu, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran para pimpinan lembaga itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memastikan koordinasi berjalan menyeluruh.

Melalui rapat di Hambalang ini, Presiden menegaskan perlunya langkah nyata dan keberanian politik untuk menertibkan kawasan yang selama ini berada di luar jangkauan aparat. Ia mendorong semua kementerian dan penegak hukum untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas demi melindungi kepentingan publik. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww