Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Voli

Penyelundupan Nikel Terbongkar di Bandara Khusus IWIP, WNA China dalam Pemeriksaan

Penyelundupan Nikel Terbongkar di Bandara Khusus IWIP, WNA China dalam Pemeriksaan
Sabtu, 06 Desember 2025 17:05 WIB

JAKARTA – Mobilitas tinggi di kawasan industri Weda Bay kembali menjadi sorotan setelah seorang warga negara China berinisial MY ditangkap karena berupaya menyelundupkan bahan mineral ilegal melalui Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara. Penangkapan itu dilakukan oleh Satuan Tugas Terpadu, Jumat (5/12/2025).

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan sembilan bungkus nikel yang dibawa MY, terdiri dari lima bungkus nikel campuran dan empat bungkus nikel murni.
"Saat ini pelaku dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, dan bahan mineral yang coba diselundupkan juga akan diteliti instansi terkait," ujar Komandan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Halilintar, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Bandara IWIP, yang mulai beroperasi sejak 2019 dengan izin Kementerian Perhubungan, kini mendapat perhatian serius pemerintah. Evaluasi terbaru menunjukkan bandara khusus tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar minimal perangkat negara yang seharusnya hadir dalam sebuah fasilitas penerbangan yang melayani perpindahan orang dan arus logistik.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menempatkan Satgas Terpadu di bandara sejak 29 November 2025. Tim ini terdiri dari unsur TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Badan Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan, BMKG, AirNav Indonesia, hingga Avsec yang bertugas memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.

Febriel menilai langkah itu penting mengingat bandara khusus menjadi pintu mobilitas yang padat, termasuk pergerakan tenaga kerja asing dan distribusi bahan industri.
"Kasus ini menegaskan perlunya perangkat negara hadir di bandara khusus agar tata kelola lebih terjaga dan tindakan ilegal dapat dicegah," ungkapnya.

Ia menambahkan, penggagalan penyelundupan ini menunjukkan efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menjaga sumber daya alam serta melindungi kepentingan negara dari praktik yang merugikan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Voli, Ekonomi, Basket, Beladiri
wwwwww