Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

Bahas Bea Keluar Emas, Raker Komisi XI Cair Gara-Gara Batuk Menteri Purbaya

Bahas Bea Keluar Emas, Raker Komisi XI Cair Gara-Gara Batuk Menteri Purbaya
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Senin, 08 Desember 2025 16:53 WIB

JAKARTA – Rapat Kerja Komisi XI DPR yang biasanya berlangsung kaku berubah menjadi penuh gelak tawa ketika Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tiba-tiba kesulitan menuntaskan paparannya akibat batuk yang datang bertubi-tubi, Senin (8/12/2025). Momen ini muncul justru saat ia sedang memaparkan kebijakan Bea Keluar (BK) emas yang tengah menjadi sorotan.

Purbaya mulanya menjelaskan konsep pengenaan BK emas yang menempatkan tarif lebih tinggi pada produk hulu sebagai dorongan hilirisasi industri. Namun tak lama kemudian, ia harus berhenti karena batuknya tak reda meski sudah beberapa kali meneguk air.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhammad Misbakhun, mencoba menenangkan situasi. Namun interupsi itu justru membuka ruang bagi Purbaya melontarkan candaan yang memecah keseriusan rapat.
"Mungkin produsen emas ngutuk saya dari jauh nih, hahaha mau narikin bea nih," ujarnya yang langsung disambut tawa para anggota dewan.

Belum selesai gelak tawa mereda, batuk itu kembali menyerang. Misbakhun kembali mengingatkan agar ia tetap tenang.
"Calm down Pak," katanya.
Dengan gaya santai, Purbaya kembali menghidupkan suasana.
"Doanya kuat juga mereka," selorohnya disambut tawa lagi.

Di tengah interaksi ringan itu, Purbaya tetap menyampaikan poin penting mengenai kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa ekspor emas kini diawasi lebih ketat melalui aturan yang melarang pengiriman produk emas dengan kadar di bawah 99 persen. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga nilai tambah komoditas mineral sekaligus memperkuat kepatuhan pajak.

Raker yang semula berjalan teknis dan serius mendadak berubah humanis lewat momen spontan itu, memperlihatkan bagaimana kebijakan berat tetap bisa dibahas dalam suasana cair tanpa mengurangi substansinya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww