Dispusip DKI Catat Lonjakan Literasi dan Kunjungan Perpustakaan pada 2025
![]() |
| Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Sarjono. (Ist) |
Jum'at, 19 Desember 2025 12:31 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta (Dispusip), Nasruddin Djoko Sarjono menyatakan, minat baca masyarakat Jakarta terus meningkat sepanjang 2025, seiring meningkatnya fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar, interaksi, dan pengembangan kreativitas warga.
"Peningkatan kunjungan perpustakaan menunjukkan masyarakat Jakarta semakin menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang interaksi, dan ruang pengembangan kreativitas. Ini menjadi indikator penting bahwa ekosistem literasi kita bergerak ke arah yang lebih inklusif dan partisipatif," ujar Nasruddin dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025).
Data Dispusip DKI Jakarta menunjukkan, Indeks Budaya Literasi (IBL) pada 2025 mencapai 78,76 atau naik 6,67 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong lonjakan kunjungan perpustakaan yang menembus 58,55 persen, meningkat signifikan dari 44,7 persen pada 2024.
Aktivitas membaca warga Jakarta tercatat mencapai 82,49 persen, dengan dukungan akses internet sebesar 95,24 persen. Pengukuran dilakukan Dispusip DKI Jakarta bekerja sama dengan akademisi Universitas Indonesia serta konsultan Indekstat sebagai dasar penyusunan kebijakan literasi berbasis data.
Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masyarakat DKI Jakarta pada 2025 berada di angka 73,26 dan masuk kategori sedang. Meski terdapat penyesuaian klasifikasi, nilai tersebut menunjukkan kualitas membaca yang semakin baik karena metode pengukuran kini menitikberatkan pada kemampuan memahami dan merefleksikan informasi.
Pada Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), DKI Jakarta kembali mempertahankan kategori tinggi dengan skor 95,03. Capaian ini mencerminkan semakin matangnya layanan perpustakaan, mulai dari pemerataan akses, ketercukupan koleksi dan tenaga, hingga meningkatnya partisipasi masyarakat.
Nasruddin menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat kebijakan literasi berbasis data serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
"Ke depan, kami akan fokus meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan literasi, memperluas program hingga ke komunitas akar rumput, serta memastikan perpustakaan hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan sumber daya manusia Jakarta," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |












