Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Olympic

Intimidasi terhadap Influencer Dinilai Cara Pengecut Membungkam Suara

Intimidasi terhadap Influencer Dinilai Cara Pengecut Membungkam Suara
Salah satu surat berisi ancaman teror ke influencer DJ Donny.
Rabu, 31 Desember 2025 13:38 WIB

JAKARTA – Aksi teror yang dialami influencer DJ Donny dan Sherly Annavita memicu reaksi keras dari kalangan politik. Teror berupa kiriman bangkai ayam, pelemparan telur busuk, hingga coretan cat di rumah dinilai sebagai cara-cara intimidatif yang mencederai ruang kebebasan berpendapat.

Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menilai tindakan teror mencerminkan ketidakmampuan pelaku dalam menyikapi kritik secara dewasa. Menurutnya, ancaman semacam itu justru menunjukkan pola pikir yang belum matang.

“Menurut saya berbagai teror dan tekanan terhadap individu maupun kelompok kritis belakangan ini adalah refleksi dari para aktor pendukung kekuasaan yang otaknya masih dalam proses tumbuh kembang,” kata Deddy di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Ia menambahkan, pelaku teror biasanya tidak siap menghadapi kritik dan memilih jalan pintas berupa ancaman untuk meredam suara berbeda.

“Ini persis seperti fase balita. Karena otaknya belum berkembang, mereka belum memiliki kemampuan untuk menyikapi atau memberikan respons yang baik dan beradab,” ujarnya.

Kecaman serupa disampaikan politikus PDIP lainnya, Guntur Romli. Ia menyebut teror terhadap influencer sebagai tindakan pengecut yang bertujuan membungkam kritik dari masyarakat.

“Teror adalah tindakan pengecut. Tujuannya untuk membungkam kritik. Ini menunjukkan tidak siap berdemokrasi dan tidak siap memegang amanah kekuasaan,” kata Guntur.

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan kekuasaan untuk menebar rasa takut merupakan preseden buruk bagi kehidupan demokrasi.

“Akhirnya menyalahgunakan kekuasaan untuk menebarkan ancaman dan ketakutan. Ingatlah, suara dari rakyat, sekecil dan selemah apa pun harus didengar. Vox Populi Vox Dei,” ujarnya.

Atas nama PDIP, Guntur mendesak aparat penegak hukum segera bertindak mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

“PDI Perjuangan mengecam tindakan teror itu dan meminta penegak hukum bertindak cepat. Ini preseden buruk dalam kehidupan bermasyarakat. Harus diungkap siapa pelaku lapangan dan siapa dalangnya,” katanya.

Sebelumnya, DJ Donny melalui akun Instagram membenarkan dirinya menerima teror berupa kiriman bangkai ayam ke rumahnya.

“Buat yang ngirim bangkai ayam ke rumah gua, lo itu pengecut,” tulisnya.

Sementara itu, Sherly Annavita mengungkapkan rumahnya dilempari telur busuk dan mobilnya dicoret cat. Ia menyebut sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus lingkungan dan pihak keamanan kompleks.

“Alhamdulillah sudah laporan kepada ketua RT dan keamanan kompleks. Laporan diterima dengan baik,” tulis Sherly melalui akun Instagramnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Nasional, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww