Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Nasional

DPR Nilai Pariwisata Lebih Unggul dan Berkelanjutan Dibanding Pertambangan

DPR Nilai Pariwisata Lebih Unggul dan Berkelanjutan Dibanding Pertambangan
Anggota DPR RI Komisi X, Bonnie Triyana. (Ist).
Rabu, 28 Januari 2026 15:13 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi X, Bonnie Triyana menilai, sektor pariwisata memiliki keunggulan ekonomi dan keberlanjutan yang jauh lebih baik dibandingkan sektor pertambangan.

Ia menegaskan, penguatan pariwisata, khususnya yang berbasis cagar budaya, dapat menjadi pilihan strategis pembangunan nasional tanpa harus mengandalkan eksploitasi sumber daya alam secara masif.

‎
‎Pernyataan tersebut disampaikan Bonnie dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Cagar Budaya di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
‎
‎Bonnie mengungkapkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar Rp 1.000 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hingga 25 juta orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran pariwisata dalam menopang perekonomian nasional.
‎
‎"Pariwisata menyumbang sekitar seribu triliun rupiah ke PDB dan menyerap 25 juta tenaga kerja. Ini angka yang sangat besar," kata Bonnie.
‎
‎Ia bahkan membandingkan langsung sektor pariwisata dengan pertambangan. Menurutnya, output ekonomi dan jumlah tenaga kerja yang bergerak di sektor pariwisata di Bali dapat melampaui sektor pertambangan yang beroperasi di Papua.
‎
‎"Kalau kita bandingkan, total output ekonomi dan tenaga kerja pariwisata di Bali itu bisa lebih besar daripada sektor pertambangan di Papua," ujarnya.
‎
‎Bonnie menilai, perbandingan tersebut menjadi argumen kuat bahwa Indonesia tidak perlu terus membuka tambang secara besar-besaran jika pengelolaan pariwisata dilakukan secara serius dan terencana. Selain unggul secara ekonomi, pariwisata dinilai lebih berkelanjutan karena tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
‎
‎"Pariwisata itu sustainable, tidak destruktif, tidak merusak alam dan lingkungan, serta tidak bersifat ekstraktif seperti pertambangan," katanya.
‎
‎Dalam konteks penguatan pariwisata, Bonnie menekankan pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai fondasi utama. Ia menilai, pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya dapat memberikan nilai tambah ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan kelestarian alam.
‎
‎Melalui RDP Panja Cagar Budaya tersebut, Bonnie berharap pemerintah memperkuat kebijakan pariwisata sebagai sektor unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga berkeadilan sosial dan berkelanjutan dibandingkan sektor pertambangan.
‎
‎"Pendekatan berbasis data dan teknologi penting agar cagar budaya terlindungi dan bisa dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata yang berkualitas," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Nasional
wwwwww