Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
6 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton

Operasi Pekat Jaya 2026: Polda Metro Jaya Amankan Wilayah Rawan Jakarta Jelang Ramadan

Operasi Pekat Jaya 2026: Polda Metro Jaya Amankan Wilayah Rawan Jakarta Jelang Ramadan
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri. (Ist).
Rabu, 28 Januari 2026 15:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Polda Metro Jaya resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat Jaya 2026 menjelang bulan suci Ramadan. Operasi ini bertujuan menekan berbagai bentuk kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri mengatakan, operasi tersebut digelar untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta ibadah Ramadan dengan nyaman dan khusyuk.

‎
‎"Tujuan utama Operasi Pekat Jaya 2026 adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan suci Ramadan dengan tertib, nyaman, dan khusyuk," ujar Asep usai memimpin gelar pasukan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).
‎
‎Operasi Pekat Jaya 2026 dilaksanakan selama dua pekan, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Sebanyak 675 personel gabungan diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut.
‎
‎Asep menegaskan, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap berbagai bentuk tindak kriminal, mulai dari premanisme, kekerasan jalanan, hingga kejahatan lainnya. Meski demikian, seluruh personel diingatkan agar tetap mengedepankan profesionalisme dan prosedur yang berlaku.
‎
‎"Setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara profesional dan proporsional, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
‎
‎Dalam operasi ini, kepolisian memfokuskan pengamanan di sejumlah wilayah rawan kejahatan dan tawuran, khususnya di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan Manggarai hingga Jalan Jenderal Basuki Rachmat (Basura).
‎
‎"Kita akan menempatkan pos pantau serta patroli gabungan secara mobile di wilayah perbatasan yang rawan," kata Asep.
‎
‎Selain tawuran, Operasi Pekat Jaya 2026 juga menyasar aksi geng motor, peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang, penggunaan petasan, balapan liar, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya.
‎
‎Polda Metro Jaya turut mengedepankan langkah preventif dengan melakukan patroli dialogis ke sekolah-sekolah guna memberikan imbauan kepada pelajar agar tidak terlibat aksi tawuran. Patroli siber juga digencarkan untuk mengantisipasi provokasi dan aktivitas negatif di media sosial.
‎
‎Tak hanya di wilayah DKI Jakarta, operasi ini juga mencakup wilayah hukum penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok.
‎
‎"Wilayah tiga polres tersebut cukup sering terjadi gangguan kamtibmas. Karena itu, seluruh jajaran akan saling mendukung dan berkolaborasi agar kejadian-kejadian tersebut dapat ditekan, bahkan dihilangkan," ungkapnya.
‎
‎Asep menekankan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
‎
‎"Peran orang tua, keluarga, sekolah, dan lingkungan warga sangat penting untuk menciptakan situasi Jakarta yang semakin aman," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww