Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Sengketa Guru dan Orang Tua di Tangsel, Nasihat Wali Kelas Berujung Laporan Kekerasan Verbal

Sengketa Guru dan Orang Tua di Tangsel, Nasihat Wali Kelas Berujung Laporan Kekerasan Verbal
Ilustrasi (net)
Rabu, 28 Januari 2026 15:50 WIB

TANGERANG SELATAN – Dunia pendidikan di Tangerang Selatan mendadak guncang setelah seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Pamulang, Christiana Budiyati, dilaporkan ke polisi oleh orang tua muridnya sendiri. Ironisnya, laporan tersebut dipicu oleh tindakan Christiana yang memberikan nasihat kepada para siswa di dalam kelas.

Persoalan ini bermula dari insiden saat perlombaan sekolah pada Agustus 2025. Kala itu, seorang murid terjatuh, namun rekan-rekan setingkatnya justru tidak memberikan pertolongan. Melihat hal itu, Christiana selaku wali kelas mencoba menanamkan nilai moral kepada anak didiknya.

"Kejadian tersebut membuat ibuku, sebagai wali kelas menyampaikan nasihat kepada seluruh murid secara umum agar lebih bertanggung jawab dan saling peduli," tulis akun Instagram @dinogabrl yang merupakan anak dari guru tersebut.

Sayangnya, pesan moral itu justru diterima berbeda oleh salah satu murid. Nasihat yang bertujuan memupuk rasa empati tersebut dianggap sebagai bentuk teguran yang mempermalukan di depan kelas. Buntutnya, pihak keluarga sang murid melaporkan Christiana ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Polres Tangerang Selatan atas dugaan kekerasan verbal.

Meski upaya mediasi sempat ditempuh, keluarga pelapor memilih untuk tetap melanjutkan proses hukum dan memindahkan anak mereka ke sekolah lain. Di sisi lain, arus dukungan publik mengalir deras bagi Christiana. Sebuah petisi daring kini telah mengantongi lebih dari 22.000 tanda tangan sebagai bentuk solidaritas terhadap profesi guru.

Kasi Humas Polres Tangsel, Ipda Yudhi Susanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami laporan tersebut. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara ini.

"Namanya proses lidik, sidik kan butuh waktu pembuktian alat bukti, namanya untuk mempersangkakan orang itu kan harus berdasarkan koridor dan aturan hukum yang jelas," urainya.

Kasus ini menambah daftar panjang kriminalisasi terhadap guru di Indonesia saat menjalankan tugas pembinaan karakter di sekolah. Hingga kini, publik masih menunggu kepastian hukum atas laporan yang menjerat Christiana di tengah derasnya tuntutan perlindungan bagi tenaga pendidik.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Olympic, Umum, DKI Jakarta
wwwwww