Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Pramono Tinjau Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung di Cawang

Pramono Tinjau Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung di Cawang
Gubernur DKI Jakarta, Pramono anung. (Ist).
Kamis, 29 Januari 2026 11:17 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung proses pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

Pembebasan lahan ini merupakan bagian dari rencana aksi pengendalian banjir Sungai Ciliwung serta tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum kepada Gubernur DKI Jakarta tentang dukungan pengadaan tanah.

‎
‎Pram mengatakan, pembebasan lahan tersebut menjadi langkah penting untuk melanjutkan kembali normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti sejak 2017. Menurutnya, Ciliwung memiliki peran strategis dalam sistem pengendalian banjir di Jakarta.
‎
‎"Baru saja kita menyaksikan pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur. Ini merupakan bagian dari upaya serius Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir, khususnya dalam jangka menengah," ujar Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, sekitar 40 persen aliran sungai di Jakarta berada di kawasan Ciliwung. Oleh karena itu, pengendalian sungai ini dinilai akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya pengurangan risiko banjir di ibu kota.
‎
‎Di wilayah Cawang, kebutuhan pembebasan lahan tercatat mencapai sekitar 411 bidang dengan panjang penanganan kurang lebih 2.401 meter. Pada 2025, Pemprov DKI Jakarta telah membebaskan 20 bidang tanah dengan panjang sekitar 150 meter. Selanjutnya, pada 2026 direncanakan pembebasan 133 bidang dengan panjang sekitar 557 meter, sementara sisanya akan dilaksanakan pada 2027.
‎
‎Pram menegaskan, seluruh proses pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa melibatkan perantara. Penilaian ganti rugi dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
‎
‎"Saya menginginkan proses normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan baik dan tanpa gejolak. Pembebasan lahan kami lakukan secara transparan dan sesuai ketentuan," katanya.
‎
‎Gubernur mengapresiasi sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, serta jajaran Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang dinilai mampu menjaga kondusivitas di lapangan.
‎
‎Pram menjelaskan, pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, sementara pembangunan tanggul akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bentuk kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
‎
‎Terkait warga terdampak, Pemprov DKI Jakarta menerapkan skema ganti rugi. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka opsi bagi warga yang ingin memanfaatkan rumah susun milik Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
‎
‎Sebagai informasi, normalisasi Kali Ciliwung dibagi ke dalam dua segmen. Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga Jalan MT Haryono dengan panjang sungai sekitar 7,01 kilometer dan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer. Hingga saat ini, realisasi tanggul di segmen tersebut mencapai sekitar 8,24 kilometer.
‎
‎Segmen kedua membentang dari Jalan MT Haryono hingga Jalan TB Simatupang dengan panjang sungai sekitar 12,89 kilometer. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 18,70 kilometer dengan realisasi sekitar 8,90 kilometer. Secara keseluruhan, dari total rencana tanggul sepanjang 33,69 kilometer, telah terealisasi sekitar 17,14 kilometer.
‎
‎"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada persoalan berarti di lapangan. Ini berkat koordinasi dan kerja sama yang sangat baik," pungkas Pram. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww