Lima Bulan "Terjajah" Kelompok Misterius, Mahasiswa dan Dosen Unikama Akhirnya Rebut Kembali Kampus
![]() |
| Dosen Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Romadon (tengah). |
MALANG – Suasana Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) akhirnya pecah pada Rabu sore (28/1/2026). Setelah hampir lima bulan hidup dalam bayang-bayang keresahan, ratusan mahasiswa, dosen, bersama pihak yayasan bersatu melakukan tindakan tegas: mengusir Christea dan sekelompok orang tak dikenal yang selama ini "menduduki" gedung kampus mereka.
Kelompok tersebut diketahui telah menjadikan area kampus sebagai tempat tinggal dan menginap sejak September 2025. Tanpa legitimasi hukum yang sah, keberadaan mereka dinilai telah merampas kenyamanan belajar-mengajar serta menciptakan iklim akademik yang mencekam.
Aksi pengusiran paksa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu menjadi puncak dari rasa frustrasi sivitas akademika yang merasa kampus mereka telah dikuasai oleh pihak luar yang tidak memiliki wewenang.
Salah seorang Dosen Unikama, Romadon, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya atas pembiaran yang terjadi selama berbulan-bulan. Menurutnya, selama masa pendudukan itu, martabat kampus sebagai institusi pendidikan seolah diinjak-injak oleh kepentingan kelompok tertentu.
"Kami sudah jengah dengan kondisi kampus kami. Selama lima bulan, iklim kampus ini dikuasai oleh orang yang tidak punya wewenang di yayasan ini," tegas Romadon dalam keterangan resminya, Kamis (29/1/2026).
Langkah "pembersihan" ini diharapkan menjadi titik balik bagi Unikama untuk lepas dari jeratan konflik dualisme kepengurusan yang selama ini menghambat perkembangan kampus. Romadon dan kolega berharap momen ini menjadi akhir dari ketidakpastian yang menghantui masa depan mahasiswa.
“Semoga dengan perginya orang-orang ini, suasana di kampus Unikama lebih tentram, damai, dan tidak ada dualisme lagi," pungkasnya dengan nada optimistis.
Kini, area kampus telah sepenuhnya dikuasai kembali oleh pihak yang berwenang, sementara mahasiswa berharap kegiatan perkuliahan bisa berjalan normal tanpa adanya intimidasi dari kelompok mana pun di masa depan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Olympic, Nasional, DKI Jakarta, Jawa Timur |













