Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Lima Bulan "Terjajah" Kelompok Misterius, Mahasiswa dan Dosen Unikama Akhirnya Rebut Kembali Kampus

Lima Bulan Terjajah Kelompok Misterius, Mahasiswa dan Dosen Unikama Akhirnya Rebut Kembali Kampus
Dosen Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Romadon (tengah).
Jum'at, 30 Januari 2026 08:15 WIB

MALANG – Suasana Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) akhirnya pecah pada Rabu sore (28/1/2026). Setelah hampir lima bulan hidup dalam bayang-bayang keresahan, ratusan mahasiswa, dosen, bersama pihak yayasan bersatu melakukan tindakan tegas: mengusir Christea dan sekelompok orang tak dikenal yang selama ini "menduduki" gedung kampus mereka.

Kelompok tersebut diketahui telah menjadikan area kampus sebagai tempat tinggal dan menginap sejak September 2025. Tanpa legitimasi hukum yang sah, keberadaan mereka dinilai telah merampas kenyamanan belajar-mengajar serta menciptakan iklim akademik yang mencekam.

Aksi pengusiran paksa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu menjadi puncak dari rasa frustrasi sivitas akademika yang merasa kampus mereka telah dikuasai oleh pihak luar yang tidak memiliki wewenang.

Salah seorang Dosen Unikama, Romadon, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya atas pembiaran yang terjadi selama berbulan-bulan. Menurutnya, selama masa pendudukan itu, martabat kampus sebagai institusi pendidikan seolah diinjak-injak oleh kepentingan kelompok tertentu.

"Kami sudah jengah dengan kondisi kampus kami. Selama lima bulan, iklim kampus ini dikuasai oleh orang yang tidak punya wewenang di yayasan ini," tegas Romadon dalam keterangan resminya, Kamis (29/1/2026).

Langkah "pembersihan" ini diharapkan menjadi titik balik bagi Unikama untuk lepas dari jeratan konflik dualisme kepengurusan yang selama ini menghambat perkembangan kampus. Romadon dan kolega berharap momen ini menjadi akhir dari ketidakpastian yang menghantui masa depan mahasiswa.

“Semoga dengan perginya orang-orang ini, suasana di kampus Unikama lebih tentram, damai, dan tidak ada dualisme lagi," pungkasnya dengan nada optimistis.

Kini, area kampus telah sepenuhnya dikuasai kembali oleh pihak yang berwenang, sementara mahasiswa berharap kegiatan perkuliahan bisa berjalan normal tanpa adanya intimidasi dari kelompok mana pun di masa depan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww