Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Automotif

Tak Mau Kecolongan Lagi, Kemenkes Pantau Ketat Penumpang Internasional Lewat Skrining Otomatis

Tak Mau Kecolongan Lagi, Kemenkes Pantau Ketat Penumpang Internasional Lewat Skrining Otomatis
Ilustrasi (net)
Jum'at, 30 Januari 2026 09:56 WIB

JAKARTA – Belajar dari pengalaman pahit pandemi masa lalu, Indonesia kini lebih sigap memasang "radar" pencegahan terhadap ancaman virus Nipah. Pintu-pintu masuk internasional, terutama bandara, kini menjadi fokus utama pengawasan ketat pemerintah guna memastikan virus tersebut tidak menembus wilayah Nusantara.

Benjamin, dalam keterangannya, menegaskan bahwa fasilitas bandara saat ini telah dilengkapi dengan alat deteksi suhu tubuh yang canggih dan mumpuni. Teknologi ini mampu bekerja secara otomatis untuk menyaring setiap penumpang yang datang dari luar negeri.

"Indonesia itu otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di airport yang pasien suhu tinggi sudah bisa dideteksi," jelas Benjamin, Jumat (30/1/2026).

Meskipun sistem thermal scanner sudah bekerja penuh, Benjamin memberikan catatan bahwa prosedur skrining yang diterapkan saat ini belum seaktif era COVID-19. Pemerintah masih berada pada tahap pengawasan suhu dan pemantauan klinis, tanpa menerapkan kewajiban tes kesehatan massal secara spesifik bagi setiap penumpang.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini secara global. Pemerintah berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan virus Nipah di berbagai negara agar dapat mengambil keputusan cepat jika eskalasi risiko meningkat.

Masyarakat pun diminta untuk tidak panik, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan saat melakukan perjalanan internasional, mengingat kecepatan deteksi di pintu masuk negara sangat bergantung pada kerja sama para pelaku perjalanan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Nasional, Basket, Automotif, DKI Jakarta
wwwwww