Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Basket

‎Nama Bill Gates Muncul dalam Dokumen Epstein soal Simulasi Pandemi

‎Nama Bill Gates Muncul dalam Dokumen Epstein soal Simulasi Pandemi
Bill Gates. (Ist).
Selasa, 03 Februari 2026 16:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Dokumen baru terkait kasus kejahatan seksual pelaku finansial Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, yang dirilis otoritas Amerika Serikat pekan lalu, kembali menggemparkan dunia. Dalam kumpulan berkas setebal sekitar tiga juta halaman itu, nama sejumlah tokoh terkemuka dunia turut disinggung, termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates.

Informasi tersebut dilansir media Turki, Haberler, Selasa (3/2/2026), yang mengulas sejumlah korespondensi email Epstein yang kini dibuka ke publik. Dalam laporan itu, nama Bill Gates disebut berulang kali dalam email yang dikirim Epstein pada 3 Maret 2017.

‎
‎Salah satu email tersebut mengungkap pembahasan berbagai topik strategis, mulai dari simulasi pandemi hingga senjata neuroteknologi yang dikaitkan dengan isu keamanan nasional. Pembahasan simulasi pandemi menjadi sorotan karena dilakukan sekitar tiga tahun sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia.
‎
‎Email itu memuat rincian teknis mengenai potensi kolaborasi antara Epstein dan Gates beserta timnya. Korespondensi tersebut dikirim dengan subjek "bgc3 Deliverables and Scope" dan ditujukan langsung kepada Gates yang disapa secara personal sebagai "Bill".
‎
‎Selain Gates, email itu juga ditembuskan kepada Larry Cohen, yang dikenal sebagai CEO dan mitra pengelola Gates Ventures. Hingga 2018, Gates Ventures masih menggunakan nama bgC3 dan berperan sebagai lembaga kajian di bidang kesehatan global, pembangunan, serta investasi teknologi.
‎
‎Dalam email tersebut, Epstein menyebutkan lima topik utama yang tengah dikerjakan, yakni simulasi pandemi, senjata neuroteknologi, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, serta ekonomi kesehatan. Untuk topik simulasi pandemi, dibahas rekomendasi tindak lanjut maupun spesifikasi teknis simulasi strain pandemi.
‎
‎Topik senjata neuroteknologi menyinggung penyusunan dokumen konsep mengenai pemanfaatan neuroteknologi sebagai alat dalam intelijen dan pertahanan nasional. Sementara itu, topik data kesehatan digital membahas rancangan sistem pengamanan data berbasis zero-knowledge proof guna melindungi informasi kesehatan pribadi.
‎
‎Adapun topik penyakit kronis dan ilmu otak memuat rekomendasi penggunaan neuroteknologi untuk penyakit degeneratif, sedangkan topik ekonomi kesehatan membahas pola pengeluaran kesehatan konsumen di Amerika Serikat.
‎
‎Dalam email tersebut, Epstein juga menyebut telah bekerja sama dengan sejumlah ahli setelah berdiskusi dengan Gates untuk mengembangkan proyek-proyek tersebut. Di bagian akhir korespondensi, Epstein menyampaikan terima kasih dan menyatakan kesiapannya untuk membantu lebih lanjut.
‎
‎Meski memicu berbagai spekulasi publik, otoritas terkait menegaskan bahwa dokumen Epstein masih dalam proses peninjauan dan meminta kehati-hatian dalam menafsirkan isinya. Hingga kini, belum ada kesimpulan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran terkait korespondensi tersebut. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Basket
wwwwww