Pemprov DKI Optimalkan Rumah Pompa Daan Mogot untuk Pengendalian Banjir
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau rumah pompa Daan Mogot. (Ist). |
Selasa, 03 Februari 2026 13:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, Selasa (3/2). Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengendalikan banjir serta meningkatkan perlindungan bagi kawasan rawan genangan.
Pram menyatakan, pembangunan sistem polder dan rumah pompa menjadi langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Ia menegaskan, pentingnya memastikan seluruh infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Pembangunan sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi. Kami ingin memastikan sistem yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan berdampak langsung pada pengurangan genangan," ujar Pram.
Pembangunan dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot, yakni di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang kerap mengalami genangan, terutama saat hujan berintensitas tinggi.
Menurut Pram, wilayah di sisi utara Jalan Daan Mogot menjadi prioritas penanganan karena frekuensi genangan yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, pembangunan rumah pompa dan saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta infrastruktur di kawasan tersebut.
Sistem pompa yang dibangun memiliki total kapasitas sebesar 11,5 meter kubik per detik. Kapasitas tersebut berasal dari sejumlah rumah pompa, yakni Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan Pompa Daan Mogot KM 13B.
"Dengan kapasitas total 11,5 meter kubik per detik, kami berharap air dapat segera dipompa keluar saat terjadi hujan lebat sehingga genangan dapat surut lebih cepat dan risiko banjir bisa dikurangi," kata Pram.
Selain pembangunan rumah pompa, Pemprov DKI Jakarta juga membangun saluran pendukung untuk mengoptimalkan kinerja sistem polder. Saluran tersebut meliputi Saluran Gendong sisi utara dan selatan dengan panjang masing-masing sekitar dua kilometer, serta saluran penyeberangan di Jalan Raya Daan Mogot.
Pram menjelaskan, saluran pendukung tersebut berfungsi mengarahkan aliran air menuju rumah pompa agar penanganan genangan dapat dilakukan secara cepat dan efisien melalui sistem aliran yang terintegrasi.
Pembangunan sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot diharapkan mampu menurunkan beban debit air pada Sistem Polder Cengkareng dan Polder Kapuk Poglar, sehingga kapasitas tampungan di kedua sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami berharap persoalan banjir di kawasan Daan Mogot KM 13 dapat teratasi. Pembangunan yang belum terselesaikan sejak 2022 juga akan segera dituntaskan, termasuk penataan kawasan KM 13, agar penanganan banjir di Jakarta Barat semakin efektif," pungkas Pram. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













