Pemprov DKI Revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Bangun Pasar Kramat Jaya
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Senin, 06 April 2026 14:18 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara sebagai bagian dari upaya penataan pasar rakyat agar lebih modern, tertata, serta mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, pasar tradisional memiliki peran strategis dalam kehidupan warga Jakarta. Oleh karena itu, revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pasar dengan fasilitas yang bersih dan nyaman, disertai penataan zonasi pedagang agar lebih rapi, serta penguatan aspek digitalisasi dalam proses transaksi.
"Jakarta akan terus merapikan pasar-pasar tradisional. Dari total 153 pasar, saat ini lebih dari 60 pasar sudah menerapkan sistem pembayaran digital secara penuh. Dengan demikian, pasar menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya," ujar Pram saat meninjau Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Revitalisasi Pasar Gardu Asem yang berlokasi di Kemayoran dilakukan di atas lahan seluas 1.735 meter persegi. Saat ini terdapat 79 pedagang eksisting yang direlokasi sementara ke Pasar Nangka Bungur selama proses pembangunan berlangsung. Ke depan, pasar tersebut dirancang memiliki kapasitas 80 kios dan 128 los yang dapat menampung total 208 pedagang.
Sementara itu, Pasar Kramat Jaya di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, dibangun di atas lahan baru seluas 2.617 meter persegi. Pasar ini akan dilengkapi 49 kios serta fasilitas olahraga di lantai dua, sehingga diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi ruang publik yang lebih fungsional bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan menjelaskan, kedua pasar tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang memadai. Fasilitas itu meliputi musala, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM Jaya, ruang genset, ruang laktasi, area parkir kendaraan, hydrant, panel surya, kamera pengawas (CCTV), tempat pembuangan sampah sementara, hingga sarana olahraga.
Ia menambahkan, revitalisasi dua pasar tersebut telah memiliki target waktu penyelesaian yang berbeda, yakni Pasar Gardu Asem pada akhir Maret 2027 dan Pasar Kramat Jaya pada akhir Januari 2027.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung revitalisasi ini agar menjadi contoh sinergi antara pemerintah, BUMD, pedagang, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pasar yang lebih representatif, modern, dan menyejahterakan," pungkas Agus. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













