Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
3
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
6
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Home  /  Berita  /  Badminton

Hadapi El Nino, Pemprov DKI Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga

Hadapi El Nino, Pemprov DKI Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Kamis, 16 April 2026 14:29 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan April hingga September 2026.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan menjadi krusial karena fenomena tersebut dapat memicu tekanan ekonomi dan gangguan terhadap stabilitas pasokan kebutuhan masyarakat.

‎
‎Arahan tersebut disampaikan Pram saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti El Nino sebagai salah satu tekanan utama yang harus diantisipasi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan ke depan.
‎
‎"Sekarang ini ada dua tekanan besar yang akan dialami bersama-sama. Yang pertama adalah konflik atau perang yang terjadi Amerika-Israel dengan Iran dan sudah menjalar ke mana-mana dan El Nino," kata Pram.
‎
‎Menurut dia, fenomena El Nino berpotensi memicu dampak berantai, mulai dari gangguan produksi pangan akibat cuaca kering berkepanjangan hingga kenaikan harga kebutuhan pokok. Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar risiko inflasi dan menekan daya beli masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.
‎
‎Pram menegaskan, Pemprov DKI harus menyiapkan langkah-langkah jangka pendek dan respons cepat untuk mengantisipasi dampak tersebut, termasuk menjaga ketersediaan pasokan barang, memperkuat koordinasi distribusi logistik, serta memastikan stabilitas harga di pasar.
‎
‎"Ini akan memengaruhi harga BBM, supply chain, dan berbagai persoalan yang ada. Sehingga pemerintah DKI Jakarta harus mengambil langkah-langkah jangka pendek untuk mengatasi itu," ujarnya.
‎
‎Ia juga mengingatkan, posisi strategis Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional membuat dampak El Nino tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Karena itu, pengelolaan risiko harus dilakukan secara cermat dan terukur.
‎
‎Pram meminta, seluruh perangkat daerah bekerja lebih sigap dan adaptif dalam menghadapi dinamika global dan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi stabilitas daerah.
‎
‎"Jakarta memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, kita harus mengelola Jakarta dengan penuh kehati-hatian, kesiapan, dan langkah yang tepat agar dampak El Nino maupun tekanan global lainnya bisa diantisipasi sejak dini," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww