Pramono Tegaskan Tak Ada Jabatan Kosong di Pemprov DKI Usai Lantik 884 Pejabat
![]() |
| Pelantikan 884 pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. (Ist). |
Kamis, 21 Mei 2026 07:48 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, komitmennya mengisi seluruh jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara definitif agar tidak ada posisi strategis yang kosong atau terlalu lama dijabat pelaksana tugas (Plt).
Penegasan itu disampaikan usai melantik dan mengambil sumpah jabatan 884 pejabat administrator, pengawas, ketua kelompok, ketua subkelompok, hingga kepala puskesmas di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut Pram, organisasi pemerintahan akan berjalan lebih sehat apabila seluruh posisi diisi pejabat sesuai kapasitas, kompetensi, dan profesionalitas masing-masing. Karena itu, ia meminta jajaran birokrasi memastikan tidak ada kekosongan jabatan yang dapat menghambat efektivitas pemerintahan dan pelayanan publik.
"Saya selalu menyampaikan kepada Pak Sekda agar jabatan di Pemerintah DKI Jakarta jangan sampai ada yang lowong, jangan ada yang dijabat pelaksana tugas karena saya meyakini organisasi akan sehat jika seluruh jabatan terisi sesuai kapasitas, kemampuan, dan profesionalitas masing-masing pejabat," kata Pram.
Pram mengatakan, pelantikan terhadap 884 pejabat itu sebagian besar merupakan hasil mutasi dan promosi jabatan yang dilakukan berdasarkan sistem merit.
Ia menegaskan, pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI harus mengacu pada prinsip profesionalisme, yakni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja yang dinilai secara adil dan proporsional.
Di tengah tantangan perkotaan yang semakin kompleks, Pram menilai birokrasi DKI dituntut bergerak cepat dan adaptif terhadap perubahan. Untuk itu, pejabat yang baru dilantik diminta memperkuat tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, transparan, dan inovatif demi mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
"Saya berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan transparan. Lahirkan inovasi, bangun budaya dan etos kerja yang sehat serta kondusif. Berikan pelayanan publik yang cepat, nyaman, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Jakarta," ujarnya.
Pram juga memastikan penerapan merit system dalam pengisian jabatan akan terus dikawal selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, penempatan aparatur yang tepat menjadi fondasi penting untuk menciptakan birokrasi yang responsif sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Dalam era kepemimpinan saya, merit system benar-benar dijalankan. Karena itu, pengisian jabatan di Pemerintah DKI Jakarta relatif berjalan tenang, nyaman, dan baik," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Voli, DKI Jakarta |













