Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
6 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Voli

Pimpin PT DSI, Warga Australia Luke Thomas Mahony Diberi Tugas Cegah Penyelewengan Ekspor

Pimpin PT DSI, Warga Australia Luke Thomas Mahony Diberi Tugas Cegah Penyelewengan Ekspor
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji
Sabtu, 23 Mei 2026 11:25 WIB

JAKARTA - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi dinakhodai oleh warga negara Australia, Luke Thomas Mahony. Kehadiran figur asing di pucuk pimpinan BUMN yang mengurus ekspor komoditas strategis ini dinilai sebagai manuver untuk membersihkan sektor sumber daya alam (SDA) dari praktik kotor.

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji memandang keputusan Presiden, Prabowo Subianto ini sangat rasional. Penunjukan tersebut diharapkan mampu memutus rantai pertemanan yang kerap berujung pada kongkalikong bisnis.

"Presiden mungkin bermaksud memutus rantai kongkalikong yang melibatkan perkawanan. Dengan Luke Thomas sebagai dirut, kemungkinan jalur perkawanan akan lebih minim," jelas Sarmuji, Jumat (22/5/2026).

Sarmuji menegaskan bahwa PT DSI membutuhkan sosok dengan integritas dan keahlian tingkat tinggi agar penjualan SDA tidak bocor.

"Kompetensi dan integritas adalah kunci karena PT DSI akan mengelola penjualan sumber daya yang sangat besar. Tujuannya agar tidak ada penyelewengan lagi," paparnya.

Kabar penunjukan Luke disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, Kamis (21/5/2026). Legalitas pembentukan PT DSI dan penetapan direkturnya juga sudah disahkan lewat Surat Keputusan Kementerian Hukum Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 pada Selasa (19/5/2026).

Rekam jejak Luke di industri pertambangan global sangat panjang. Ia mengawali karier di BHP Billiton sebagai Manager Production Prestrip, lalu menjabat Chief Technical Officer di Vale Base Metals Kanada. Di Indonesia, ia sempat bertugas sebagai Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk sebelum ditarik menjadi SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia. Latar belakang pendidikannya meliputi gelar sarjana Mining Engineering dan tiga gelar master dari University of New South Wales.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww