Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ciptakan Atlet Berdaya Saing Global Lewat Program Stundet Athlete

Ciptakan Atlet Berdaya Saing Global Lewat Program Stundet Athlete
Wakil Ketua Umum NOC Indonesia, Ismail Ning dan Jamarr Johnson OLY. (NOC Indonesia)
Selasa, 09 Juni 2026 18:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang holistik melalui pengembangan program Student-Athlete, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan prestasi olahraga dengan pendidikan, penguatan karakter, dan wawasan global.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, NOC Indonesia menyelenggarakan forum bertajuk “From Indonesia to the World Stage: A Student-Athlete Journey with Jamarr Johnson”, yang menghadirkan mantan atlet profesional internasional Jamarr Johnson bersama Olympian Tim Indonesia, Akbar Nasution.

Kegiatan ini menjadi salah satu platform strategis dalam Program Student-Athlete NOC Indonesia untuk memberikan exposure internasional, berbagi pengalaman lintas negara, serta memperluas perspektif atlet muda Indonesia mengenai pentingnya keseimbangan antara olahraga dan pendidikan.

Berkolaborasi dengan United States Embassy, forum ini juga memperkuat pendekatan people-to-people connection dalam olahraga, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman global bagi generasi atlet Indonesia.

Wakil Ketua Umum Komite Eksekutif NOC Indonesia, Ismail Ning, menegaskan bahwa program Student Athlete dirancang untuk menjawab kebutuhan pembinaan atlet masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Program Student Athlete NOC Indonesia hadir untuk memastikan bahwa atlet tidak hanya unggul secara performa, tetapi juga memiliki kesiapan akademik, karakter, dan perspektif global. Harapan kami, para atlet muda Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dari perjalanan senior mereka. Bahwa sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin, semua dapat dicapai dengan metode yang tepat, kerja keras, dan proses yang telah dibuktikan oleh para atlet yang juga menempuh pendidikan,” ujar Ismail Ning.

Lebih lanjut, Ismail Ning menekankan bahwa pendekatan ini sejalan dengan visi NOC Indonesia dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

“Tujuan kami adalah berbagi pengalaman dari para atlet-atlet sukses. Kita akan mendengar langsung dari Jamarr Johnson dan Akbar Nasution yang juga Olympian mengenai bagaimana proses mereka menempa dan membentuk diri hingga mampu tampil dan berbicara di panggung dunia,” imbuh Ismail Ning.

Sementara itu, Jamarr Johnson menyoroti bahwa perjalanan seorang student-athlete tidak terlepas dari konsistensi, disiplin, dan kemampuan untuk terus berkembang di dalam maupun di luar lapangan.

“Perjalanan sebagai atlet bukan hanya soal bakat, tetapi tentang konsistensi, kerja keras, dan kemampuan untuk bangkit dari masa sulit. Saya menempuh pendidikan di sini sebagai langkah untuk membuka peluang ke luar negeri. Saya percaya, atlet Indonesia memiliki kemampuan besar untuk berkembang dan bersaing di luar negeri. Kesempatan itu sudah ada, tinggal bagaimana kita berani mengambilnya dan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” ujar Jamarr. ***

wwwwww