Sasar Ibu Hamil dan Balita, Jajaran Baru BGN Gandeng Kemenkes Matangkan Program MBG
![]() |
| Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, 22 April 2026. ANTARA/Fauzan |
JAKARTA - Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) kini menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Formula baru ini dibawa oleh jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) guna mengoptimalkan dampak kesehatan di masyarakat.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyambut baik perubahan arah kebijakan tersebut. Dukungan penuh disiapkan untuk membantu instansi penyedia gizi nasional itu.
"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN," kata Budi Gunadi Sadikin selepas menggelar pertemuan di kantornya di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Ibu dan Anak
Pergeseran fokus program menuju isu kesehatan ibu dan anak memerlukan sokongan data yang kuat. Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa koordinasi dengan otoritas kesehatan menjadi langkah awal yang wajib dilakukan.
"Fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B, yang menjadi domain isu Kementerian Kesehatan," jelas Nanik Sudaryati Deyang yang hadir bersama dua wakilnya, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono.
Menanggapi kebutuhan vital tersebut, Kementerian Kesehatan langsung memberikan lampu hijau. Pengiriman pakar gizi akan disesuaikan dengan kriteria yang diinginkan pihak BGN.
"Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik," tutur Budi Gunadi Sadikin yang memastikan kesiapan tenaga ahli kesehatan dan gizi anak dari instansinya.
Tata Kelola Baru di Tubuh BGN
Selain menggeser fokus target penerima, dialog yang berlangsung selama satu jam itu memaparkan agenda pembenahan internal. Pola manajerial lembaga kini bertumpu pada asas kolektif kolegial antara kepala dan para wakil kepala.
Ada empat kebijakan utama yang langsung dieksekusi oleh manajemen baru ini, yaitu:
- * Penajaman Target: Pemfokusan kembali sasaran penerima manfaat program di lapangan.
- * Penghentian Sementara: Moratorium pembangunan dapur baru di seluruh wilayah.
- * Evaluasi Infrastruktur: Pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas dapur yang telah beroperasi.
- * Formula Khusus: Penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui perombakan struktur ini, setiap kebijakan krusial akan digodok bersama secara transparan oleh jajaran pimpinan tinggi lembaga. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Nasional |













