Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Sasar Ibu Hamil dan Balita, Jajaran Baru BGN Gandeng Kemenkes Matangkan Program MBG

Sasar Ibu Hamil dan Balita, Jajaran Baru BGN Gandeng Kemenkes Matangkan Program MBG
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, 22 April 2026. ANTARA/Fauzan
Selasa, 09 Juni 2026 19:21 WIB

JAKARTA - Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) kini menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Formula baru ini dibawa oleh jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) guna mengoptimalkan dampak kesehatan di masyarakat.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyambut baik perubahan arah kebijakan tersebut. Dukungan penuh disiapkan untuk membantu instansi penyedia gizi nasional itu.

"Saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN," kata Budi Gunadi Sadikin selepas menggelar pertemuan di kantornya di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).

Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Ibu dan Anak

Pergeseran fokus program menuju isu kesehatan ibu dan anak memerlukan sokongan data yang kuat. Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa koordinasi dengan otoritas kesehatan menjadi langkah awal yang wajib dilakukan.

"Fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan 3B, yang menjadi domain isu Kementerian Kesehatan," jelas Nanik Sudaryati Deyang yang hadir bersama dua wakilnya, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono.

Menanggapi kebutuhan vital tersebut, Kementerian Kesehatan langsung memberikan lampu hijau. Pengiriman pakar gizi akan disesuaikan dengan kriteria yang diinginkan pihak BGN.

"Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik," tutur Budi Gunadi Sadikin yang memastikan kesiapan tenaga ahli kesehatan dan gizi anak dari instansinya.

Tata Kelola Baru di Tubuh BGN

Selain menggeser fokus target penerima, dialog yang berlangsung selama satu jam itu memaparkan agenda pembenahan internal. Pola manajerial lembaga kini bertumpu pada asas kolektif kolegial antara kepala dan para wakil kepala.

Ada empat kebijakan utama yang langsung dieksekusi oleh manajemen baru ini, yaitu:

  • * Penajaman Target: Pemfokusan kembali sasaran penerima manfaat program di lapangan.
  • * Penghentian Sementara: Moratorium pembangunan dapur baru di seluruh wilayah.
  • * Evaluasi Infrastruktur: Pembenahan menyeluruh terhadap fasilitas dapur yang telah beroperasi.
  • * Formula Khusus: Penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui perombakan struktur ini, setiap kebijakan krusial akan digodok bersama secara transparan oleh jajaran pimpinan tinggi lembaga. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Nasional
wwwwww