Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Voli

Warga Binaan Lapas Narkotika Gunung Sindur Dilatih Produksi Kandang Ayam Petelur

Warga Binaan Lapas Narkotika Gunung Sindur Dilatih Produksi Kandang Ayam Petelur
Warga binaan Lapas Kelas II Gunung Sindur saat memproduksi kandang ayam petelur. (Ist)
Rabu, 10 Juni 2026 12:14 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
BOGOR – Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur menjalin kerja sama dengan PT Jaya Satwa Unggul (JSU) untuk mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan pabrikasi baterai kandang ayam petelur

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, dan Komisaris Utama PT Jaya Satwa Unggul, Kartika Abiseno, di Gunung Sindur, Bogor.

Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada warga binaan melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi kandang ayam petelur.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, mengatakan pembinaan berbasis keterampilan kerja merupakan salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan saat ini.

"Kami ingin warga binaan memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk bekerja atau berwirausaha setelah bebas. Karena itu, program pembinaan harus menghasilkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Bambang, Rabu (10/6/2026).

Dalam kerja sama tersebut, PT Jaya Satwa Unggul bertanggung jawab menyediakan bahan produksi, pendampingan teknis, serta transfer pengetahuan kepada peserta program.

Sementara Lapas menyiapkan sarana pendukung, petugas pembimbing, dan warga binaan yang akan mengikuti pelatihan.

Komisaris Utama PT Jaya Satwa Unggul, Kartika Abiseno, mengatakan kolaborasi ini bertujuan membuka akses keterampilan bagi warga binaan sekaligus mendukung program pembinaan yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

"Tujuan utama kerja sama ini adalah memberikan keahlian praktis kepada warga binaan di bidang pembuatan baterai kandang ayam petelur. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Kartika.

Menurut dia, hasil produksi dari program serupa yang telah berjalan sebelumnya telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai daerah.

Kartika juga menyatakan optimistis kerja sama tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas, baik bagi warga binaan maupun sektor peternakan yang membutuhkan sarana kandang berkualitas.

Program yang akan berlangsung selama dua tahun itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui kegiatan kerja produktif warga binaan.

Lapas Narkotika Gunung Sindur menilai kemitraan dengan sektor swasta menjadi salah satu strategi untuk memperluas peluang pelatihan kerja bagi warga binaan sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pidana. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Voli, Ekonomi, Beladiri, Jawa Barat
wwwwww