Warga Binaan Lapas Narkotika Gunung Sindur Dilatih Produksi Kandang Ayam Petelur
![]() |
| Warga binaan Lapas Kelas II Gunung Sindur saat memproduksi kandang ayam petelur. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, dan Komisaris Utama PT Jaya Satwa Unggul, Kartika Abiseno, di Gunung Sindur, Bogor.
Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada warga binaan melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi kandang ayam petelur.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur, Bambang Wijanarko, mengatakan pembinaan berbasis keterampilan kerja merupakan salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan saat ini.
"Kami ingin warga binaan memiliki kompetensi yang dapat digunakan untuk bekerja atau berwirausaha setelah bebas. Karena itu, program pembinaan harus menghasilkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri," kata Bambang, Rabu (10/6/2026).
Dalam kerja sama tersebut, PT Jaya Satwa Unggul bertanggung jawab menyediakan bahan produksi, pendampingan teknis, serta transfer pengetahuan kepada peserta program.
Sementara Lapas menyiapkan sarana pendukung, petugas pembimbing, dan warga binaan yang akan mengikuti pelatihan.
Komisaris Utama PT Jaya Satwa Unggul, Kartika Abiseno, mengatakan kolaborasi ini bertujuan membuka akses keterampilan bagi warga binaan sekaligus mendukung program pembinaan yang dijalankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
"Tujuan utama kerja sama ini adalah memberikan keahlian praktis kepada warga binaan di bidang pembuatan baterai kandang ayam petelur. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Kartika.
Menurut dia, hasil produksi dari program serupa yang telah berjalan sebelumnya telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di berbagai daerah.
Kartika juga menyatakan optimistis kerja sama tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas, baik bagi warga binaan maupun sektor peternakan yang membutuhkan sarana kandang berkualitas.
Program yang akan berlangsung selama dua tahun itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui kegiatan kerja produktif warga binaan.
Lapas Narkotika Gunung Sindur menilai kemitraan dengan sektor swasta menjadi salah satu strategi untuk memperluas peluang pelatihan kerja bagi warga binaan sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pidana. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Voli, Ekonomi, Beladiri, Jawa Barat |













