Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Nasional

Mata Pengunjung CFD Jalan Sudirman Tertuju Booth Pasporia Imigrasi Jaktim. Ada Apa Ya?

Mata Pengunjung CFD Jalan Sudirman Tertuju Booth Pasporia Imigrasi Jaktim. Ada Apa Ya?
Pengunjung yang memadati Booth Pasporia di CFD Jalan Sudirman, Jakarta. (Ist)
Senin, 29 Juni 2026 17:38 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur (Jaktim) membuka layanan Pasporia di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2026), sebagai upaya memperluas akses pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui konsep layanan jemput bola.

Program yang berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB itu menyediakan 50 kuota permohonan paspor, terdiri atas 40 kuota pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor dan 10 kuota bagi masyarakat yang melakukan pendaftaran langsung di lokasi.

Selain pelayanan paspor, Imigrasi Jakarta Timur juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti senam bersama yang dipandu instruktur profesional, pembagian snack, serta suvenir kepada masyarakat yang mengunjungi booth pelayanan.

Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan pelayanan publik yang lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat. Salah seorang pemohon, Sartika, mengaku sengaja memanfaatkan layanan Pasporia bersama empat anggota keluarganya untuk memperpanjang paspor elektronik (e-Paspor) dengan masa berlaku 10 tahun.

Ia mengatakan proses pelayanan berlangsung cepat karena sebagian besar tahapan administrasi telah dilakukan melalui aplikasi M-Paspor sebelum datang ke lokasi.

"Prosesnya sangat cepat. Dari verifikasi sampai foto tidak membutuhkan waktu lama. Petugas juga sangat ramah sehingga kami merasa nyaman. Ini jauh berbeda dengan pengalaman saya ketika mengurus dokumen di daerah," kata Sartika.

Menurut Sartika, keberadaan layanan paspor di kawasan CFD memberikan kemudahan karena masyarakat dapat mengurus dokumen perjalanan tanpa harus datang ke kantor imigrasi pada hari kerja.

Paspor tersebut, kata dia, akan digunakan untuk rencana perjalanan ke Korea Selatan. Sebelumnya, ia telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk ibadah umrah serta berkunjung ke Singapura dan Malaysia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan Pasporia merupakan bagian dari transformasi pelayanan Direktorat Jenderal Imigrasi yang menempatkan kemudahan akses masyarakat sebagai prioritas.

"Kami ingin menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau masyarakat tanpa mengurangi kualitas layanan. Pasporia menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan publik yang memanfaatkan ruang-ruang aktivitas masyarakat, sehingga pelayanan keimigrasian dapat diakses lebih efektif dan efisien," ujar Pungki dalam keterangan pers, Senin (29/6/2026).

Ia menambahkan, konsep pelayanan tersebut juga menjadi sarana membangun kedekatan antara Imigrasi dan masyarakat melalui suasana yang lebih terbuka dan humanis.

Menurut Pungki, penyediaan senam bersama, snack, dan suvenir bukan sekadar pelengkap kegiatan, melainkan bagian dari upaya menciptakan pengalaman pelayanan publik yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai layanan keimigrasian.

Program Pasporia, lanjutnya, akan terus dievaluasi sebagai salah satu model pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang menginginkan layanan cepat, praktis, dan mudah diakses.

Melalui inovasi tersebut, Imigrasi Jakarta Timur berharap pelayanan keimigrasian tidak lagi dipandang sebagai proses administratif semata, tetapi menjadi layanan publik yang adaptif terhadap perubahan pola aktivitas masyarakat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww