Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
Hukum
22 jam yang lalu
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
2
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
Umum
22 jam yang lalu
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
3
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
Peristiwa
20 jam yang lalu
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
4
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
5
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
Hukum
22 jam yang lalu
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
6
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Politik
22 jam yang lalu
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan

Laila 'Titipkan' Bayi Hasil Kumpul Kebonya di Mushala Menjelang Azan Subuh

Laila Titipkan Bayi Hasil Kumpul Kebonya di Mushala Menjelang Azan Subuh
Ilustrasi. (viva)
Sabtu, 26 November 2016 06:39 WIB
MADIUN - Seorang warga yang hendak mengumandangkan azan shalat Subuh di Mushala Nurul Abror, di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis, 24 November 2016, dikejutkan suara tangisan bayi. Ternyata suara tangisan itu berasal dari bayi perempuan berusia tiga bulan yang sengaja ditinggal orangtuanya di mushala.

Aparat Kepolisian Resor Madiun, Jawa Timur, membekuk sepasang kekasih yang diduga membuang bayi perempuan hasil hubungan mereka.

"Ada saksi yang hendak azan dan shalat subuh mendengar suara tangisan bayi,’’ kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun, Ajun Komisaris Hanif Fatih Wicaksono, Jumat, 25 November 2016, seperti dikutip Goriau.com dari tempo.co.

Menurut dia, saksi Imam Khudori, 51 tahun, menemukan bayi perempuan itu dalam kondisi terbungkus selimut berwarna hijau. Di dekatnya terdapat dua tas berisi perlengkapan bayi.

Tak berselang lama, saksi melapor ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Kepolisian Sektor Kebonsari. Bayi itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Dolopo untuk dicek kesehatannya.

Personel Reserse Kriminal Polsek Kebonsari dan Polres Madiun pun melakukan penyelidikan. Petugas menyebar foto bayi perempuan yang dibuang ke beberapa media sosial. Pengecekan ke sejumlah tempat juga dilakukan. Orangtua bayi akhirnya ditangkap di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

"Kedua tersangka belum menikah,’’ ujar Hanif.

Kedua tersangka itu adalah Arie Andrianto, 24 tahun warga Desa Banyudono dan Laila Nur Fathiyah, 24 tahun warga Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Magetan.

Meski belum resmi menikah, sepasang kekasih ini telah hidup bersama (kumpul kebo) di rumah kontrakan wilayah Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

"Motif (pembuangan bayi ini) karena tersangka tidak bisa memenuhi kebutuhan bayi,’’ kata Hanif.

Alasan itu diperkuat dengan bukti yang ditemukan di dalam tas berisi peralatan bayi. Hanif menuturkan, tersangka sengaja menaruh sepucuk surat yang tulisannya menggunakan bahasa Jawa.

Salah satu petikannya, "Sanes niat kula bade nelantarekan putri kula, tapi kahanan ingkang boten saget kulo ngerawat". Adapun artinya "Bukan niat saya menelantarkan anak, tapi keadaan yang tidak bisa untuk merawat."

Arie Andrianto mengaku selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan bayi. Sebab, dia dan kekasihnya sudah tidak bekerja sejak beberapa bulan terakhir.

"Nggak ada biaya,’’ katanya.

Selama ini, pihak keluarga Arie dan Laila tidak mengetahui hubungan asmara yang sudah terjalin 1,5 tahun. Apalagi masing-masing dari mereka mengaku bekerja di Madiun dan tinggal di rumah kos.

"Keluarga belum tahu,’’ ungkap Arie. ***

Editor:sanbas
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww