Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija

Satu Paslon Kepala Daerah Didiskualifikasi Sehari Jelang Pencoblosan, Ini Penyebabnya

Satu Paslon Kepala Daerah Didiskualifikasi Sehari Jelang Pencoblosan, Ini Penyebabnya
Suasana teleconference pemantauan Pilkada Serentak 2018 oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo dan Ketua Bawaslu, Abhan, di Semarang, Rabu (27/6). (republika.co.id)
Rabu, 27 Juni 2018 12:11 WIB
SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai, Sulawesi Selatan mendiskualifikasi satu pasangan calon (Paslon) kepala daerah, Selasa (26/6/2018) atau sehari menjelang pencoblosan.

Dikutip dari republika.co.id, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sumarsono, mengatakan, Paslon yang didiskualifikasi KPU Sinjai tersebut merupakan pejawat.

Dijelaskan Sumarsono, Pilkada Kabupaten Sinjai diikuti tiga Paslon. Ketiganya yakni Takyuddin Masse-Mizar Rahmatullah Roem, Sabirin-Mahyanto dan Seto Gadistha Asapa-A Kartini.

''Salah satu Paslon, yakni Sabirin-Mahyanto yang merupakan pejawat didiskualifikasi oleh KPU setempat karena terlambat lima menit dalam penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK),'' ujar Sumarsono, dalam teleconference pemantauan Pilkada Serentak 2018, di Semarang, Rabu (27/6).

Diskualifikasi dilakukan atas rekomendasi Panwaslu Kabupaten Sinjai. Atas kondisi ini, kata Sumarsono, pemungutan suara Pilkada di daerah itu tetap berjalan.

Surat suara yang digunakan pun juga masih terdapat tiga Paslon, termasuk Sabirin-Mahyanto. ''Pilkada tetap berjalan, tetapi juga ada proses hukum setelah diskualifikasi ini,'' ungkap Sumarsono.

Meski demikian, dia menuturkan jika diskualifikasi belum bersifat inkrah. Sebab, ada waktu tiga hari untuk proses hukum sengketa atas status diskualifikasi itu.

Hanya saja, kata Sumarsono, kondisi ini membuat Pilkada di Kabupaten Sinjai rawan konflik. ''Apabila benar-benar didiskualifikasi , maka bisa rawan lagi. Kami terus memonitor kondisi ini dan melakukan antisipasi konflik,'' tegas Sumarsono. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww