Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Polwan Berhijab Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Terindikasi Paham Radikal

Polwan Berhijab Ditangkap di Bandara Juanda, Diduga Terindikasi Paham Radikal
Polwan yang diduga terindikasi paham radikal ditangkap polisi di Bandara Juanda. (kumparan.com)
Senin, 27 Mei 2019 04:49 WIB
SURABAYA - Seorang polisi wanita (Polwan) agggota Polda Maluku Utara ditangkap aparat Polda Jatim di Bandara Juanda, Surabaya, Jatim, Ahad (26/5/2019).

Dikutip dari kumparan.com, Polwan berjilbab tersebut ditangkap karena diduga terindikasi paham radikal.

''Ya, benar,'' kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera saat dikonfirmasi, Minggu (26/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku tercatat sebagai anggota Polda Maluku Utara. Barung menyebut, saat ini pelaku tengah diamankan di Polda Jatim untuk diperiksa.

''Iya saya membenarkan itu (Polwan), bekerja sama dengan Polsek (Sedati) kemudian diberikan ke Polda Jatim. Sekarang Polda Malut sedang dalam perjalanan untuk mengambil anggota itu,'' ujarnya.

Barung menjelaskan, pelaku yang bernama Nesti Ode Salimi itu menggunakan identitas palsu bernama Arfila M Said. Ia diketahui berangkat dari Maluku sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 13.00 WIB.

''Petugas protokol bandara telah menerima perintah tentang adanya penumpang yang diduga terkena paham radikalisme,'' ujarnya.

Saat ditanya, pelaku mengaku datang ke Surabaya untuk berlibur. Selain itu, ia juga mengaku memiliki kerabat di Sidoarjo. "Mengaku akan belanja di Surabaya dan mengaku mempunyai keluarga di Porong, Sidoarjo,'' jelas Barung. ***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam
wwwwww