Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum

Cegah Karhutla di Riau, BNPB Terjunkan 1.205 Personel TNI dan Polri

Cegah Karhutla di Riau, BNPB Terjunkan 1.205 Personel TNI dan Polri
Seorang anggota polisi meloncat saat berusaha menghindari lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Dumai. Riau, Sabtu (16/4/2019) lalu. (antara/beritasatu.com)
Kamis, 04 Juli 2019 20:27 WIB
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengoordinasi 3.615 personel TNI dan Polri untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Kalimantan Barat dan Jambi.

Dikutip dari beritasatu.com, Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi mengatakan, di masing-masing provinsi yang paling rawan Karhutla tersebut akan diterjunkan 1.000 personel TNI dan 205 anggota Polri.

Dody Ruswandi menjelaskan, para personel TNI dan Polri tersebut akan bermukim di rumah-rumah penduduk, bergaul dengan penduduk setempat dan mengadvokasi penduduk agar tidak melakukan pembakaran.

''Tiga provinsi yang akan menjadi lokasi pengiriman anggota TNI/Polri itu adalah Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi yang merupakan provinsi paling rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan,'' kata Dody saat ditemui seusai rapat koordinasi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Selain tiga provinsi tersebut, tiga provinsi lain yang juga rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

''Enam provinsi tersebut yang menjadi perhatian dari pemerintah pusat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan karena yang memiliki lahan gambut paling banyak,'' ujar Dody.

Dody mengatakan dari enam provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan, sudah ada lima provinsi yang pemerintah daerahnya menyatakan status siaga darurat asap.

''Yang belum menyatakan adalah Jambi. Kami berharap itu menjadi perhatian pemerintah daerahnya karena kalau sudah terjadi kebakaran akan lebih sulit memadamkannya,'' katanya.

Selain menempatkan anggota TNI/Polri untuk mencegah tindakan pembakaran hutan dan lahan, BNPB juga tetap menyiapkan upaya-upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran.

''Sudah ada helikopter yang ditempatkan di tiga provinsi paling rawan. Jadi ketika dilaporkan ada kebakaran, helikopter akan langsung dikerahkan untuk memadamkan,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam
wwwwww