Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
19 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
19 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
19 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
19 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
18 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal

Orang Pendek Lebih Berisiko Diabetes, Begini Penjelasan Ilmuwan

Orang Pendek Lebih Berisiko Diabetes, Begini Penjelasan Ilmuwan
Ilustrasi. (int)
Minggu, 22 September 2019 14:36 WIB
PEKANBARU - Bagi Anda yang memiliki tubuh kurang tinggi harus lebih disiplin menghindari makanan dan kebiasaan yang berpotesi memicu penyakit diabetes. Sebab, menurut hasil penelitian, orang pendek lebih berisiko terkena diabetes dibanding orang bertubuh tinggi.

Dikutip dari merdeka.com yang melansir dari Japan Today, menurut hasil penelitian, diketahui bahwa orang pendek memiliki risiko lebih besar mengidap diabetes tipe-2.

Setiap tambahan tinggi 10 centimeter bisa menurunkan risiko diabetes hingga 41 persen pada pria. Sedangkan pada wanita, jumlahnya bisa menurun hingga 33 persen.

Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal kesehatan Diabetologia. Penelitian dilakukan terhadap sekitar 16.600 wanita dan 11.000 pria dengan usia antara 40 hingga 65 tahun di Postdam, Jerman selama 1994 hingga 1998.

Tingginya Kandungan Lemak dalam Hati

Tingginya risiko kesehatan pada orang yang lebih pendek ini dihubungkan dengan lebih tingginya kandungan lemak pada hati seseorang. Selain pada diabetes, hal ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta diabetes.

Diketahui juga bahwa sensitivitas insulin serta fungsi sel spesial pada pankreas juga terpengaruh hal ini. Orang yang lebih tinggi diketahui memiliki fungsi lebih tinggi mengenai hal ini.

''Observasi ini menguatkan pemahaman bahwa tinggi badan merupakan penanda prediktif yang berguna bagi risiko diabetes,'' tulis ilmuwan yang melakukan penelitian.

Berhubungan dengan Diabetes Tipe-2

Penyakit diabetes pada saat ini dibagi menjadi dua jenis yaitu tipe-1 dan tipe-2. Pada orang yang memiliki badan pendek, risiko diabetes tipe-2 yang mereka miliki lebih tinggi dibanding orang yang memiliki badan lebih tinggi.

Diabetes tipe-1 biasanya mulai didiagnosis sejak masih anak-anak dan mencakup 10 persen dari kasus. Hal ini terjadi karena tubuh tidak bisa memproduksi insulin, hormon yang membantu mengatur tingkat gula darah.

Pada diabetes tipe-2, tubuh seseorang bisa memproduksi insulin namun dalam jumlah yang tak cukup. Hal ini membuat glukosa bertahan dalam darah seseorang.

Diabetes berhubungan dengan obesitas dan seiring waktu bisa berujung kebutaan, masalah ginjal, penyakit jantung, atau stroke. Pada sejumlah kasus akut hal ini bisa menyebabkan amputasi lengan dan kaki.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww