Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
22 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
3 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
19 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
4
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
17 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
5
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
6
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?

Pasukan Israel Dobrak dan Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Dobrak dan Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Buldoser Israel menghancurkan rumah warga Palestina. (republika.co.id)
Jum'at, 04 Oktober 2019 07:51 WIB
JENIN - Pasukan Israel mendobrak dan menghancurkan rumah milik warga Palestina, Mohammad Jabarin, di desa Taybeh, sebelah barat Jenin di Tepi Barat.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Desa Taybeh, Khalid Jabarin, pasukan Israel berdalih rumah tersebut tak adanya izin konstruksi dari Israel.

''Israel menggunakan dalih membangun tanpa izin itu untuk melakukan penghancuran rumah-rumah milik Palestina secara teratur,'' seperti dilansir Wafa pada Kamis (3/10).

Israel jarang mengeluarkan izin konstruksi untuk warga Palestina di Area C Tepi Barat, yang berada di bawah kendali penuh Israel. Hal itu membuat warga Palestina nekat untuk memulai konstruksi tanpa mendapatkan izin yang diperlukan.

Sementara itu sebuah aksi unjuk rasa dilakukan para wartawan Gaza di dekat perbatasan Erez, Gaza Utara yang dalam kontrol Israel. Unjuk rasa itu dilakukan untuk memprotes  atas pelanggaran hak-hak jurnalis oleh Israel. Ratusan jurnalis dan pekerja media dari berbagai media internasional dan domestik serta aktivis media sosial dan akademisi berpartisipasi dalam unjuk rasa itu. 

''Kami di sini, hari ini duduk di tempat ini untuk mendukung hak-hak jurnalis Palestina. Sejak awal demonstrasi great return march di Gaza, dua jurnalis dibunuh, 173 orang terluka termasuk sepuluh jurnalis wanita. Sembilan belas jurnalis ditahan oleh pendudukan Israel tanpa pertanggungjawaban, dihadapan kamera TV dunia mendengarkan dan menyaksikan ini,'' kata Samira Nassar salah satu jurnalis yang mengikuti aksi sepeti dilansir Middle East Monitor pada Kamis (3/10). 

Jurnalis lainnya Ahmad Zoghbour menambahkan bahwa di Gaza, jurnalis dibatasi dalam hak-hak yang paling dasar, terkait kebebasan bergerak. Peralatan media, peralatan keselamatan juga dilarang.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww