Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ade Gunawan jabat Ketua Karang Taruna Kecamatan Kulim Pertama
Umum
11 jam yang lalu
Ade Gunawan jabat Ketua Karang Taruna Kecamatan Kulim Pertama
2
Sosialisasikan Edaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Mudahkan Investasi di Daerah
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Sosialisasikan Edaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Mudahkan Investasi di Daerah
3
Cakapolri Sigit Usung Program Presisi
Nasional
24 jam yang lalu
Cakapolri Sigit Usung Program Presisi
4
Dampingi Sigit Listyo, Ini Profil Ferdy Sambo Jenderal Bintang Dua Termuda di Polri
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Dampingi Sigit Listyo, Ini Profil Ferdy Sambo Jenderal Bintang Dua Termuda di Polri
5
Jika Sudah Dilantik jadi Kapolri, Gus Jazil Minta Listyo Sigit Rangkul Pesantren
Politik
22 jam yang lalu
Jika Sudah Dilantik jadi Kapolri, Gus Jazil Minta Listyo Sigit Rangkul Pesantren
6
Ditanya PKS soal Insiden KM 50, Calon Kapolri Sigit Jawab Begini
DPR RI
22 jam yang lalu
Ditanya PKS soal Insiden KM 50, Calon Kapolri Sigit Jawab Begini

Pasukan Israel Dobrak dan Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Dobrak dan Hancurkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Buldoser Israel menghancurkan rumah warga Palestina. (republika.co.id)
Jum'at, 04 Oktober 2019 07:51 WIB
JENIN - Pasukan Israel mendobrak dan menghancurkan rumah milik warga Palestina, Mohammad Jabarin, di desa Taybeh, sebelah barat Jenin di Tepi Barat.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Desa Taybeh, Khalid Jabarin, pasukan Israel berdalih rumah tersebut tak adanya izin konstruksi dari Israel.

''Israel menggunakan dalih membangun tanpa izin itu untuk melakukan penghancuran rumah-rumah milik Palestina secara teratur,'' seperti dilansir Wafa pada Kamis (3/10).

Israel jarang mengeluarkan izin konstruksi untuk warga Palestina di Area C Tepi Barat, yang berada di bawah kendali penuh Israel. Hal itu membuat warga Palestina nekat untuk memulai konstruksi tanpa mendapatkan izin yang diperlukan.

Sementara itu sebuah aksi unjuk rasa dilakukan para wartawan Gaza di dekat perbatasan Erez, Gaza Utara yang dalam kontrol Israel. Unjuk rasa itu dilakukan untuk memprotes  atas pelanggaran hak-hak jurnalis oleh Israel. Ratusan jurnalis dan pekerja media dari berbagai media internasional dan domestik serta aktivis media sosial dan akademisi berpartisipasi dalam unjuk rasa itu. 

''Kami di sini, hari ini duduk di tempat ini untuk mendukung hak-hak jurnalis Palestina. Sejak awal demonstrasi great return march di Gaza, dua jurnalis dibunuh, 173 orang terluka termasuk sepuluh jurnalis wanita. Sembilan belas jurnalis ditahan oleh pendudukan Israel tanpa pertanggungjawaban, dihadapan kamera TV dunia mendengarkan dan menyaksikan ini,'' kata Samira Nassar salah satu jurnalis yang mengikuti aksi sepeti dilansir Middle East Monitor pada Kamis (3/10). 

Jurnalis lainnya Ahmad Zoghbour menambahkan bahwa di Gaza, jurnalis dibatasi dalam hak-hak yang paling dasar, terkait kebebasan bergerak. Peralatan media, peralatan keselamatan juga dilarang.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww