Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
20 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
21 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
19 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
20 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
20 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing

Masjid Dibom Saat Shalat Jumat, Korban Tewas Bertambah Jadi 62 Orang

Masjid Dibom Saat Shalat Jumat, Korban Tewas Bertambah Jadi 62 Orang
Seorang jamaah menggendong pemuda yang terluka akibat ledakan bom di masjid di Provinsi Nangarhar, Afghanistan, Jumat (18/10/2019). (beritasatu.com)
Sabtu, 19 Oktober 2019 21:09 WIB
KABUL - Jumlah korban tewas akibat ledakan bom di sebuah masjid, di Nangarhar, Afghanistan timur, Jumat (18/10/2019), bertambah menjadi 62 orang.

Dikutip dari beritasatu.com, menurut seorang juru bicara provinsi, tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan sangat mematikan itu.

''Kekuatan ledakan yang terjadi di provinsi Nangarhar timur, menghancurkan atap bangunan,'' kata saksi mata.

Ledakan itu terjadi sehari setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan jumlah kematian warga sipil di negara yang dilanda perang telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama musim panas.

Menurut PBB, 1.174 warga sipil tewas antara Juli dan September, kuartal paling mematikan sejak catatan PBB dimulai satu dekade lalu.

Sementara itu, satu studi BBC yang berusaha mendokumentasikan setiap pembunuhan selama bulan Agustus menemukan seperlima dari semua yang kehilangan nyawa adalah warga sipil.

Kepada BBC, Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi, mengatakan bahwa 62 orang yang tewas dan 36 orang lainnya cedera dalam serangan Jumat adalah para jemaah.

Masjid itu terletak di distrik Haska Mina, sekitar 50 km dari ibu kota provinsi Jalalabad.

Atap Ambruk

Saksi mata melaporkan mendengar ledakan keras, sebelum atap masjid ambruk. Menurut Tolo News, sejumlah bahan peledak diyakini telah digunakan.

''Itu adalah pemandangan memilukan yang saya saksikan dengan mata saya,'' kata tetua suku Malik Mohammadi Gul Shinwari kepada kantor berita Reuters.

Petugas kepolisian setempat Tezab Khan mengatakan dia bisa mendengar suara khotbah tetapi ''tiba-tiba suaranya terbungkam dengan ledakan''.

''Ketika saya tiba di tempat kejadian, orang-orang berusaha mengeluarkan mayat-mayat dan melukai orang-orang yang terjebak di bawah atap yang jatuh,'' tambahnya.

Sohrab Qaderi, seorang anggota dewan provinsi di Nangarhar, memperingatkan jumlah korban yang kemungkinan akan meningkat karena orang-orang ''bekerja untuk mengeluarkan jenazah dari puing-puing''.

Tidak jelas siapa yang melakukan serangan itu. Taliban membantah mereka berada di balik pemboman itu.

Baik Taliban dan kelompok milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) diketahui sudah aktif di daerah tersebut.

29 Tewas, 100 Terluka

Sebelumnya dineritakan, sedikitnya 29 orang meninggal akibat ledakan bom dalam sebuah masjid di Nangarhar, Afghanistan timur, Jumat (18/10/2019). Bom meledak saat ratusan umat Islam menunaikan shalat Jumat dalam masjid tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, anggota dewan provinsi Nangarhar, Sohrab Qaderi menyatakan, selain menewaskan 29 orang, ledakan bom dalam masjid itu juga menyebabkan lebih 100 orang terluka.

''Jumlah korban mungkin bertambah saat tim penyelamat dan warga masih berupaya mengeluarkan para korban dari reruntuhan masjid,'' papar Qaderi pada Reuters.

Juru bicara gubernur Provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani menambahkan, atap masjid roboh akibat ledakan dan sejauh ini lebih dari 20 orang telah dilaporkan tewas.

Belum ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Afghanistan masih sangat rawan dengan berbagai serangan bom seiring masih banyaknya kelompok militan di negara itu.***

Editor:hasan b
Sumber:berisatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww