Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
Sepakbola
15 jam yang lalu
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
2
'Database' TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
Peristiwa
14 jam yang lalu
Database TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
3
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
Ekonomi
14 jam yang lalu
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
4
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
Sepakbola
14 jam yang lalu
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
5
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
12 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
6
Jokowi Cabut Perpres Miras, Fraksi PAN: Langkah Kongkrit Presiden Redam Polemik
Peristiwa
15 jam yang lalu
Jokowi Cabut Perpres Miras, Fraksi PAN: Langkah Kongkrit Presiden Redam Polemik

Dua WNI Berhasil Dibebaskan, Militer Filipina Tewas Saat Baku Tembak dengan Penyandera

Dua WNI Berhasil Dibebaskan, Militer Filipina Tewas Saat Baku Tembak dengan Penyandera
Tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. (kompas.com)
Senin, 23 Desember 2019 09:12 WIB
JAKARTA - Seorang prajurit militer Filipina tewas saat operasi pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera Abu Sayyaf Group (ASG), Ahad (22/12/2019).

Dikutip dari kompas.com, prajurit militer Filipina itu tewas karena tertembak saat baku tembak dengan anggota kelompok Abu Sayyaf.

''Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja sama Pemerintah Filipina yang baik, sekaligus menyampaikan duka cita atas gugurnya satu personel militer Filipina dalam operasi tersebut,'' ujar perwakilan Kementerian Luar Negeri RI berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Ahad (22/12/2019).

Ads

Dua orang WNI tersebut disandera selama 90 hari oleh ASG dan berhasil dibebaskan berkat kerja sama intensif antara Pemerintah Indonesia dan Filipina melalui berbagai langkah diplomasi.

WNI tersebut merupakan dua dari tiga orang yang diculik pada September 2019 ketika mereka mencari ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia.

Satu orang WNI lainnya yang belum dibebaskan. Saat ini, upaya pembebasannya masih terus dilakukan.

''Operasi pembebasan berhasil menjejak posisi penyandera dan terjadi kontak senjata pada 22 Desember 2019 pagi hari,'' kata dia.

''Dalam operasi tersebut, 2 WNI atas nama SM dan ML berhasil dibebaskan. Sementara itu, satu sandera WNI atas nama MF masih terus diupayakan pembebasannya,'' kata dia.

Adapun langkah diplomasi yang dilakukan antara lain melalui pembicaraan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Duterte serta Menteri Luar Negeri (Menlu RI) Retno Marsudi dengan Menteri Pertahanan Filipina.

Pembicaraan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi internal antara Pemerintah RI yang dilakukan oleh Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) RI melalui kerja sama intensif antara badan intelejen Indonesia dengan militer Filipina.

Adapun tiga orang WNI diculik ketika tengah mencari ikan di perairan Lahad Datu, Malaysia, pada September 2019.

Ketiganya adalah Maharudin Lunani (48) dan anaknya, Muhammad Farhan (27), serta kru kapal Samiun Maneu (27).

Mereka berasal dari Baubau dan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Penyanderaan ketiganya diketahui melalui rekaman video di laman Facebook. Dalam penculikan itu, penyandera meminta tebusan sebesar Rp8 miliar.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww