Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
5
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum

Pesawat Bermuatan 100 Orang Jatuh di Pemukiman Warga, Begini Kesaksian Penumpang Selamat

Pesawat Bermuatan 100 Orang Jatuh di Pemukiman Warga, Begini Kesaksian Penumpang Selamat
Pesawat Bek Air jatuh di pemukiman warga pada 27 Desember 2019 lalu. (detik.com)
Kamis, 02 Januari 2020 10:33 WIB
ALMATY - Pesawat Bek Air Fokker 100 bermuatan 95 penumpang dan 5 awak kabin jatuh di pemukiman warga di dekat Kota Almaty, Kazakhstan, pada 27 Desember 2019 lalu. Sebanyak 15 orang tewas dalam musibah tersebut.

Dikutip dari detik.com, salah seorang penumpang yang selamat menceritakan, dia mendengar suara mengerikan sebelum pesawat kehilangan kendali.

''Pesawat itu terbang miring. Semuanya seperti dalam film, berteriak dan menangis,'' kata seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya.

Sampai saat ini, pihak berwenang belum memastikan hal apa yang sebenarnya terjadi. Komite penerbangan mengatakan bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan pesawat Fokker 100 sambil menunggu penyelidikan.

Penumpang selamat lainnya, Aslan Nazaraliev mengatakan bahwa pesawat mulai bergetar dua menit setelah lepas landas. Setelah itu pesawat hilang kendali dan jatuh.

''Pada saat titik tertentu, kami mulai jatuh, bukan secara vertikal melainkan secara miring. Sepertinya pesawat telah hilang kendali,'' kata Aslan.

Saat pesawat mulai bergetar, Aslan mulai mengencangkan sabuk pengamannya.

''Saat pesawat mulai bergetar, saya punya waktu yang cukup untuk menyimpan handphone saya dan mengencangkan sabuk pengaman,'' ujar Aslan.

Dia duduk di dekat pintu darurat di baris 15. Saat pesawat terjatuh, barisannya dan barisan di depannya terpisah akibat pesawat pecah menjadi dua akibat benturan.

''Kami keluar melalui pintu darurat. Saya dan seorang penumpang lain mengeluarkan orang-orang dari dalam dan menjauh dari pesawat. Beberapa terperangkap puing beton gedung. Mereka merintih dan berteriak, gelap,'' terangnya.

Di Almaty, warga banyak mendatangi pusat donor darah setempat. Kejadian ini menewaskan 15 orang dan 66 penumpang lainnya dilarikan ke rumah sakit. Beberapa di antaranya dalam kondisi parah.

Pihak berwenang menutup lokasi kecelakaan, tepatnya di Desa Almerek. Menurut reporter Reuters, pesawat terbelah menjadi dua bagian di sebelah sebuah rumah yang hancur setengah akibat tertimpa pesawat ini. Ada juga sisa-sisa bagian pesawat yang rusak dan berserakan di sekitar rumah.

Para pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi hukuman berat. Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev menyatakan belasungkawa kepada para korban dan keluarga melalui akun Twitter-nya. ***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww