Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RUU Omnibus Law Ciptaker Muat soal Penyiaran dan Jadi Bahaya, Cabut atau Ubah?
DPR RI
10 jam yang lalu
RUU Omnibus Law Ciptaker Muat soal Penyiaran dan Jadi Bahaya, Cabut atau Ubah?
2
Saat Anggota Komisi Intelijen Tegur Pewawancara Tak Kenakan Masker
Nasional
7 jam yang lalu
Saat Anggota Komisi Intelijen Tegur Pewawancara Tak Kenakan Masker
3
Tiga Kementerian Terbitkan SKB untuk Percepat Pemutakhiran DTKS
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Tiga Kementerian Terbitkan SKB untuk Percepat Pemutakhiran DTKS
4
Berzakat dan Ciptakan Lebih Banyak Indri di Tengah Pandemi
Umum
8 jam yang lalu
Berzakat dan Ciptakan Lebih Banyak Indri di Tengah Pandemi
5
Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Raspationo Paling Unggul di Pilgub Kepri 2020
Peristiwa
7 jam yang lalu
Survei LKPI: Elektabilitas Soerya Raspationo Paling Unggul di Pilgub Kepri 2020
6
Kebakaran di Gedung Telkom Pekanbaru Berasal dari Ruangan Server Induk, Sempat Terdengar Suara Ledakan
Riau
9 jam yang lalu
Kebakaran di Gedung Telkom Pekanbaru Berasal dari Ruangan Server Induk, Sempat Terdengar Suara Ledakan

Pesawat Bermuatan 100 Orang Jatuh di Pemukiman Warga, Begini Kesaksian Penumpang Selamat

Pesawat Bermuatan 100 Orang Jatuh di Pemukiman Warga, Begini Kesaksian Penumpang Selamat
Pesawat Bek Air jatuh di pemukiman warga pada 27 Desember 2019 lalu. (detik.com)
Kamis, 02 Januari 2020 10:33 WIB
ALMATY - Pesawat Bek Air Fokker 100 bermuatan 95 penumpang dan 5 awak kabin jatuh di pemukiman warga di dekat Kota Almaty, Kazakhstan, pada 27 Desember 2019 lalu. Sebanyak 15 orang tewas dalam musibah tersebut.

Dikutip dari detik.com, salah seorang penumpang yang selamat menceritakan, dia mendengar suara mengerikan sebelum pesawat kehilangan kendali.

''Pesawat itu terbang miring. Semuanya seperti dalam film, berteriak dan menangis,'' kata seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya.

Sampai saat ini, pihak berwenang belum memastikan hal apa yang sebenarnya terjadi. Komite penerbangan mengatakan bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan pesawat Fokker 100 sambil menunggu penyelidikan.

Penumpang selamat lainnya, Aslan Nazaraliev mengatakan bahwa pesawat mulai bergetar dua menit setelah lepas landas. Setelah itu pesawat hilang kendali dan jatuh.

''Pada saat titik tertentu, kami mulai jatuh, bukan secara vertikal melainkan secara miring. Sepertinya pesawat telah hilang kendali,'' kata Aslan.

Saat pesawat mulai bergetar, Aslan mulai mengencangkan sabuk pengamannya.

''Saat pesawat mulai bergetar, saya punya waktu yang cukup untuk menyimpan handphone saya dan mengencangkan sabuk pengaman,'' ujar Aslan.

Dia duduk di dekat pintu darurat di baris 15. Saat pesawat terjatuh, barisannya dan barisan di depannya terpisah akibat pesawat pecah menjadi dua akibat benturan.

''Kami keluar melalui pintu darurat. Saya dan seorang penumpang lain mengeluarkan orang-orang dari dalam dan menjauh dari pesawat. Beberapa terperangkap puing beton gedung. Mereka merintih dan berteriak, gelap,'' terangnya.

Di Almaty, warga banyak mendatangi pusat donor darah setempat. Kejadian ini menewaskan 15 orang dan 66 penumpang lainnya dilarikan ke rumah sakit. Beberapa di antaranya dalam kondisi parah.

Pihak berwenang menutup lokasi kecelakaan, tepatnya di Desa Almerek. Menurut reporter Reuters, pesawat terbelah menjadi dua bagian di sebelah sebuah rumah yang hancur setengah akibat tertimpa pesawat ini. Ada juga sisa-sisa bagian pesawat yang rusak dan berserakan di sekitar rumah.

Para pihak yang bertanggung jawab akan menghadapi hukuman berat. Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev menyatakan belasungkawa kepada para korban dan keluarga melalui akun Twitter-nya. ***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam

wwwwww