Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Angkot Mogok Tolak Trasnportasi Online, Ribuan Penumpang Terlantar di Malang

Angkot Mogok Tolak Trasnportasi Online, Ribuan Penumpang Terlantar di Malang
Anggota TNI mengangkut penumpang di Kota Malang. (istimewa).
Kamis, 28 September 2017 11:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MALANG - Ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang mogok massal, Selasa (26/9/2017), sebagai ekspresi penolakan pada hadirnya transportasi berbasis online. Mereka berunjuk rasa di kawasan Bundaran Jalan Tugu yang terdapat Balaikota dan Gedung DPRD, hingga Stasiun Kota Baru. Akibatnya, ribuan warga yang sehari-hari menggunakan jasa angkot pun terlantar hingga dua jam lebih. Dan baru tertangani setelah polisi, TNI dan Pemkot, menurunkan kendaraan bak terbuka milik mereka, termasuk bus sekolah.

Atmosfer biru (warna angkutan kota) pun mewarnai Bundaran Tugu. Sejak pukul 09.00 WIB, para sopir sudah berkumpul dan berunjuk rasa. Sembari berorasi bergantian, mereka juga membubuhkan tandatangan pada bentangan kain putih berisi tuntutan. Substansi unjuk rasa yang sudah dilakukan untuk kali kedua ini tetap sama, yakni menolak beroperasinya moda transportasi berbasis online.

Hingga berita ini ditulis, aparat Pemkot masih berkoordinasi dan mengupayakan mediasi untuk mengakomodir tuntutan para sopir.

Berdasar pengamatan, aksi itu bukannya meraup dukungan masyarakat, tapi tanggapan sinis dan miring. Dari komentar warga yang beredar di medsos, dipastikan, mogok operasi angkot justru membuat masyarakat tidak simpati lagi pada keberadaan angkot.

Warga berpendapat, aksi itu justru membuat masyarakat tidak simpati, karena jelas merugikan.

Apalagi mereka berdemo dengan memarkir angkotnya memenuhi badan-badan jalan yang seharusnya menjadi hak masyarakat luas.

Belum lagi terlantarnya pelajar, mahasiswa dan karyawan yang sehari-hari menggunakan jasa angkot.

"Yang begini ini kan malah bikin jalan-jalan utama menjadi macet, masyarakat juga terlantar. Dan yang pasti, orang semakin tidak simpati," tutur salah satu akun di medsos.***

Sumber:Rmol.co
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Ekonomi, Voli, Jawa Timur
wwwwww