Angkot Mogok Tolak Trasnportasi Online, Ribuan Penumpang Terlantar di Malang
![]() |
| Anggota TNI mengangkut penumpang di Kota Malang. (istimewa). |
Penulis: Muslikhin Effendy
Atmosfer biru (warna angkutan kota) pun mewarnai Bundaran Tugu. Sejak pukul 09.00 WIB, para sopir sudah berkumpul dan berunjuk rasa. Sembari berorasi bergantian, mereka juga membubuhkan tandatangan pada bentangan kain putih berisi tuntutan. Substansi unjuk rasa yang sudah dilakukan untuk kali kedua ini tetap sama, yakni menolak beroperasinya moda transportasi berbasis online.
Hingga berita ini ditulis, aparat Pemkot masih berkoordinasi dan mengupayakan mediasi untuk mengakomodir tuntutan para sopir.
Berdasar pengamatan, aksi itu bukannya meraup dukungan masyarakat, tapi tanggapan sinis dan miring. Dari komentar warga yang beredar di medsos, dipastikan, mogok operasi angkot justru membuat masyarakat tidak simpati lagi pada keberadaan angkot.
Warga berpendapat, aksi itu justru membuat masyarakat tidak simpati, karena jelas merugikan.
Apalagi mereka berdemo dengan memarkir angkotnya memenuhi badan-badan jalan yang seharusnya menjadi hak masyarakat luas.
Belum lagi terlantarnya pelajar, mahasiswa dan karyawan yang sehari-hari menggunakan jasa angkot.
"Yang begini ini kan malah bikin jalan-jalan utama menjadi macet, masyarakat juga terlantar. Dan yang pasti, orang semakin tidak simpati," tutur salah satu akun di medsos.***













