Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Protes Transportasi Online, Sopir Angkot & Ojek Sweeping Grab & GO-JEK di Makassar

Protes Transportasi Online, Sopir Angkot & Ojek Sweeping Grab & GO-JEK di Makassar
Istimewa.
Kamis, 28 September 2017 11:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MAKASSAR - Ratusan sopir taksi konvensional, angkot, ojek dan bentor atau becak motor kembali turun ke jalan, Kamis, (28/9). Mereka berunjuk rasa di sejumlah titik Kota Makassar antara lain Jalan Veteran, Jalan AP Pettarani, Jalan Bawakaraeng dan Jalan Urip Sumoharjo.

Sejak pukul 10.00 WITA, mereka melakukan razia terhadap moda transportasi online seperti Grab dan GO-JEK.

Selain itu memaksa sopir angkot lainnya, juga sopir bentor untuk turun ikut aksi solidaritas.

Kini massa berkumpul di gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo untuk menyampaikan aspirasi menuntut ketegasan pemerintah dalam pengelolaan transportasi online.

"Sudah satu tahun ini pemerintah belum beri kepastian hukum. Ini harus jelas aturannya agar masyarakat trasnportasi konvensional bisa merasakan keadilan. Paling tidak Perda harus disegerakan," seru Burhanuddin, salah seorang pengunjuk rasa dari Asosiasi Masyarakat Transportasi Makassar.

Di tengah aksi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, sebagian pengunjuk rasa diterima di ruang aspirasi DPRD Sulsel namun sebagian lagi di luar gedung, orasi bergantian.***

Sumber:Merdeka.com
Kategori:Sulawesi Selatan, Voli, Ekonomi, Olympic, Badminton
wwwwww