Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
14 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
8 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Umum

Pemuda Aceh ini Menjadi Pembicara di Konferensi International

Pemuda Aceh ini Menjadi Pembicara di Konferensi International
Jurnalis J Hius
Sabtu, 07 Oktober 2017 11:16 WIB

BANDA ACEH - Jurnalis J Hius, pemuda Aceh yang kini menjadi senior engineer di Labtech International Ltd menjadi salah satu pembicara pada Konferensi International GESS Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), 29 September lalu.

Konferensi pendidikan yang setiap tahun rutin dilaksanakan di Indonesia, Turki, Uni Emirat Arab (UEA) dan Meksiko ini menghadirkan juga berbagai pembicara kondang lainnya seperti Prof Arif Rahman (Duta UNESCO untuk Indonesia), Dr Ilham Akbar Habibie dan sederet pakar pendidikan di Indonesia dan dunia.

Tampil di hari kedua pada kategori innovation stage, Jurnalis mempresentasikan inovasi yang dikembangkan bersama timnya di Labtech International pada pemanfaatan teknologi virtual reality yang tengah digandrungi anak muda pada dunia game ke dalam dunia pendidikan, terutama pendidikan vokasional yang membutuhkan banyak praktikum dibandingkan teori di kelas.

Dalam paparannya, Jurnalis mengatakan pentingnya insan pendidikan di Indonesia untuk mensinergikan perkembangan hardware dan software untuk kepentingan pendidikan, sehingga pendidikan di Indonesia bisa maju mengikuti zaman dan menjadi lebih efisien dan efektif serta menyenangkan.

“Teknologi bila dimanfaatkan dengan maksimal akan memberikan efek positif yang besar, apalagi bila dimanfaatkan untuk pendidikan, misalnya kami membuat sebuah lingkungan virtual lab praktikum, untuk kemudian memberikan akses kepada siswa melakukan tindakan praktikum di masing-masing lab dengan barang-barang virtual, tanpa mengurangi tujuan pembelajaran dan efek visual dan fungsi dari objek tersebut,” imbuh pemuda kelahiran Banda Aceh 32 tahun lalu ini dalam siaran pers kepada GoAceh.

Jurnalis menambahkan, generasi yang lahir pada zaman milenial (tahun 2000-an) sangat mudah beradaptasi dengan teknologi-teknologi baru, sehingga bila konten-konten negatif tidak diimbangi dengan konten-konten pendidikan.

"Generasi muda kita akan dijajali dengan hal-hal buruk dan melalaikan, sehingga ia dan timnya hingga sekarang konsen untuk menciptakan berbagai konten digital bidang pendidikan yang sekarang sudah tersedia di bidang otomotif, elektronik, elektrikal dan ICT," ujarnya.

Konferensi GESS (Global Education Supply and Solution) diselengarakan di 4 negara berbeda dan ke depan akan diselenggarakan di Istanbul, Turki (Oktober 2017), Dubai (Maret 2018), Meksiko (April 2018), dan Indonesia akan menyelenggarakannya kembali pada September 2018.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum
wwwwww